Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis FMCG Bisa Jaga Momentum Pertumbuhan pada 2021

Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi akan bergerak di rentang -1,6 sampai 0,6 persen sepanjang 2020.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 November 2020  |  16:30 WIB
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. Istimewa -  Kemenperin
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. Istimewa - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri barang konsumen yang bergerak cepat atau fast moving consumer goods (FMCG) menaruh prospek positif untuk kinerja pada 2021 seiring dengan momen pemulihan ekonomi.

Meski demikian, para pelaku usaha FMCG masih memandang 2021 sebagai momen yang penuh tantangan.

Direktur Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk. Arif Hudaya menyebutkan pasar pada 2021 bakal cukup menantang jika merujuk pada perkembangan Covid-19 yang dipenuhi ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi bakal menjadi dua indikator yang akan terus diamati pelaku usaha.

“Tahun 2021 ini sangat menarik. Saya rasa masih cukup menantang. Kita tidak tahu apakah situasi akibat Covid-19 akan terus berlanjut atau justru menjadi periode pemulihan ketika pertumbuhan PDB kembali terjadi,” kata Arif dalam Indonesia Industry Outlook (IIO) 2021 Conference pada Rabu (4/11/2020).

Selain melihat pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi, Arif mengemukakan dua parameter lain yang akan menjadi cermin kondisi pasar pada 2021 yaitu tingkat kepercayaan konsumen dan tingkat pengangguran di Tanah Air. Dua hal ini menjadi penentu utama daya beli masyarakat.

“Pada akhirnya semua indikator ini berujung pada kemampuan beli konsumen. Semua itu sangat penting,” ujarnya.

Secara umum, Arif meyakini bahwa barang konsumsi tetap akan diperlukan oleh masyarakat. Penjualan produk FMCG perusahaan sendiri tercatat masih tumbuh dengan akumulasi selama Januari-September senilai Rp32,45 triliun atau naik 0,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp32,36 triliun.

Arif pun mengemukakan bahwa penjualan ritel domestik Unilever tetap tumbuh 1,7 persen dengan total Rp31,02 triliun.

“Secara umum, saya yakin consumer goods akan selalu dibutuhkan. Sehingga kami yakin bisnis barang konsumsi memiliki peluang untuk pulih dan win back di tahun mendatang relatif lebih cepat,” ujar Arif.

Tren konsumen yang berkembang selama pandemi pun diperkirakan akan terus berlanjut, seperti kebutuhan pada produk sanitasi dan kesehatan yang tetap bakal tinggi.

Arif pun memperkirakan bahwa aktivitas masyarakat akan lebih banyak dilakukan di rumah sehingga kebutuhan produk keluarga tetap memiliki prospek positif. Selain itu, dia juga meyakini layanan daring akan terus berlanjut.

Hal ini setidaknya terlihat dari pola belanja masyarakat yang dilakukan di kanal jarak dekat (proximity channel) yang meningkat. Arif mengatakan penjualan melalui minimarket cenderung terjaga karena pusat perbelanjaan besar sempat dihadapkan pada pembatasan operasional.

Di sisi lain, dia pun mengemukakan bahwa penjualan melalui e-commerce turut tumbuh selama pandemi. Oleh karena itu, perusahaan akan memastikan akses produk akan tersedia melalui semua kanal.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya saat membuka IIO 2021 Conference mengemukakan bahwa Indonesia telah menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan bergerak di rentang -1,6 sampai 0,6 persen sepanjang 2020.

“Kita masih punya kesempatan untuk tumbuh di rentang yang lebih baik dari negara lain,” ujarnya.

Airlangga mengatakan hal ini tecermin dari utilisasi industri yang rata-rata mencapai 55 persen. Dia menyebutkan industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar. Aktivitas industri yang mulai pulih setidaknya tecermin dari peningkatan impor bahan baku dan barang modal.

“Momentum pemulihan ekonomi ini perlu dijaga dan ditingkatkan. Pemerintah telah menetapkan strategi untuk menjaga keseimbangan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi,” kata Airlangga.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri mamin Covid-19 pemulihan ekonomi
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top