Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Liburan Panjang 2020, Aspadin : Tak Bisa Gantikan Pasar Ramadhan

Kuartal IV/2020 menjadi kesempatan bagi industri fast moving consumer goods (FMCG) untuk meningkatkan utilisasi produksi lantaran ada banyak hari libur.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  18:20 WIB
Ilustrasi air minum. Besarnya pasar Ramadhan membuat industri FMCG, khususnya industri AMDK, menjadikan Bulan Suci itu sebagai satu kuartal sendiri.  - Reuters/Lucy Nicholson
Ilustrasi air minum. Besarnya pasar Ramadhan membuat industri FMCG, khususnya industri AMDK, menjadikan Bulan Suci itu sebagai satu kuartal sendiri. - Reuters/Lucy Nicholson

Bisnis.com, JAKARTA - Kuartal IV/2020 menjadi kesempatan bagi industri fast moving consumer goods (FMCG) untuk meningkatkan produksi lantaran ada banyak hari libur yang diharapkan memicu permintaan.

Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kuartal IV/2020 menjadi pembuktian penanganan penyebaran Covid-19. Walakin, meningkatnya penanganan Covid-19 dinilai belum bisa meningkatkan utilisasi pabrikan lantaran dampak ekonomi yang sudah berat.

"Apakah akan balik ke kondisi awal? Sepertinya tidak bisa, tapi mestinya arahnya positif. Apakah bisa mengompensasi [pasar Ramadhan]? Saya kira tidak," ujar Ketua Umum Aspadin Rachmat Hidayat kepada Bisnis, Selasa (27/10/2020).

Rachmat menyampaikan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 adalah penurunan daya beli. Pasalnya, banyak tenaga kerja yang dirumahkan dan mendapatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat rendahnya permintaan sekitar 1 semester sejak April 2020.

Seperti diketahui, besarnya pasar Ramadhan membuat industri FMCG, khususnya industri AMDK, menjadikan Bulan Suci itu sebagai satu kuartal sendiri. Namun, memuncaknya penyebaran Covid-19 pada Ramadhan 2020 membuat industri FMCG kehilangan permintaan sebesar satu kuartal.

Hal tersebut memukul utilisasi industri AMDK ke bawah level 50 persen pada April-Mei. Akan tetapi, Rachmat mencatat utilisasi pada akhir kuartal III/2020 sudah membaik ke level 70 persen.

Rachmat meramalkan volume produksi AMDK pada tahun ini masih akan stagnan cenderung tumbuh positif. Seperti diketahui, Aspadin sebelumnya meramalkan volume produksi pada 2020 berpotensi lebih rendah dari realisasi 2019 sebesar 29 miliar liter.

"Harapan kami [volume produksi] tetap di 29 miliar liter. Lebih sedikit saja itu sudah bagus banget," ucapnya.

Di samping itu, Rachmat mengusulkan agar pemerintah melakukan PSBB penuh di titik merah sepanjang Pulau Jawa. Pasalnya, ujar Rachmat, konsumen industri FMCG terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Rachmat menilai usulan tersebut dapat mengoptimalkan liburan panjang yang tersebar pada kuartal IV/2020. "Pemerintah harus tarik rem darurat lagi untuk daerah-daerah tertentu. [Pulau Jawa] itu [memiliki] populasi terbesar di Indonesia dan daya beli mereka menengah. Jadi, apapun pengaruh di situ akan luar biasa pengaruhnya pada industri FMCG."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum Liburan amdk
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top