Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Konsumen di satu gerai supermarket di Purwokerto, Minggu (28/7).  - BISNIS.COM
Premium

Siasat Industri Minuman Ringan di Pasar Lemah Permintaan

08 September 2020 | 07:00 WIB
Perkembangan kegiatan produksi industri minuman ringan tidak mengikuti angka Purchasing Manager's Index (PMI) Indonesia. Saat PMI Nasional menunjukkan perbaikan, kondisi industri minuman ringan justru memburuk.

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan kegiatan produksi industri minuman ringan tidak mengikuti angka Purchasing Manager's Index (PMI) Indonesia. Saat PMI Nasional menunjukkan perbaikan, kondisi industri minuman ringan justru memburuk.

Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) mendata serapan minuman ringan pada Januari-Juli 2020 anjlok 10 persen secara tahunan. Angka tersebut merupakan realisasi serapan terendah setidaknya sejak 2016.

"[Pasar] Lebaran tidak memberikan dampak yang signifikan. Secara total, angkanya menurun. Masih belum bisa kembali normal karena kondisi [pandemi] Covid-19 yang belum selesai," ujar Ketua Umum Asrim Triyono Prijosoesilo kepada Bisnis, Senin (7/9/2020).

Triyono, atau biasa dipanggil Tri, mengatakan angka serapan tersebut berbanding lurus dengan proses produksi di pabrikan. Pasalnya, saat ini stok di gudang industri maupun peritel telah habis.

Dengan kata lain, pabrikan memproduksi barang sesuai dengan permintaan. Adapun, Tri mengatakan setidaknya ada dua faktor yang mendorong penurunan produksi pada Januari-Juli 2020.

Pertama, menurunnya aktivitas produksi di pabrikan karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Walaupun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerbitkan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), jumlah tenaga kerja di pabrikan terbatas lantaran protokol kesehatan yang ketat.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top