Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Mamin Berupaya Capai Target Pertumbuhan

Tingginya lonjakan permintaan pada Ramadan membuat industri yang masuk dalam fast moving consumer goods (FMCG) menjadikan Ramadan sebagai kuartal terpisah.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  20:01 WIB
Hotel Sahid Jaya Solo memberikan penawaran khusus spesial makanan siap saji dengan promo beli satu gratis satu alias buy 1 get 1 free. (Foto: Istimewa)
Hotel Sahid Jaya Solo memberikan penawaran khusus spesial makanan siap saji dengan promo beli satu gratis satu alias buy 1 get 1 free. (Foto: Istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) mengusulkan agar pemangku kepentingan berusaha menciptakan permintaan yang dapat menggantikan permintaan pada bulan Ramadan.

Seperti diketahui, tingginya lonjakan permintaan pada Ramadan membuat industri yang masuk dalam fast moving consumer goods (FMCG) menjadikan Ramadan sebagai kuartal terpisah.

Oleh karena itu, Gapmmi menyarankan agar pemerintah menerapkan strategi peningkatan yang sama usai krisis finansial pada 1998.

"Kami usulkan ke pemerintah untuk serentak, bersama pemerintah daerah, mengadakan pasar rakyat setiap minggu di semua daerah. Hal ini pernah dilakukan saat selesai krisis '98. Ternyata saat itu cukup membantu pemulihan ekonomi," ujar Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman kepada Bisnis, Senin (22/6/2020).

Adhi juga menganjurkan agar pemerintah mengadakan sebuah ajat yang dapat menggantikan pasar lebaran pada akhir 2020. Seperti diketahui, pemerintah memindahkan cuti bersama lebaran ke akhir tahun.

Selain itu, pemerintah diusulkan untuk menjaga daya beli dengan mengubah bentuk bantuan sosial. Adapun, bentuk yang disarankan adalah uang tunai agar ekosistem ekonomi nasional kembali bergerak.

Di sisi lain, Adhi menyatakan pihaknya optimistis dapat mengejar revisi target pertumbuhan 2020 di kisaran 4-5 persen.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh kembali bergeraknya aktivitas perekonomian setelah pelonggaran protokol pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah.

Di samping itu, Adhi menilai permintaan industri mamin akan cepat pulih akibat dari protokol PSBB. "Banyak penggemar produk mamin yang menunda menikmati banyak produk mamin,"

Adapun, Adhi menyatakan utilitas pabrikan mamin pada semester II/2020 harus naik menjadi setidaknya 70 persen. Adhi mendata utilitas industri mamin selama enam bulan pertama 2020 berada di kisaran 60-70 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan Ramadan
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top