Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peringkat EoDB Indonesia Stagnan, Reformasi Cepat Dibutuhkan

Ada beberapa indikator yang menyebabkan EODB Indonesia belum optimal. Semuanya terkait dengan perizinan, hukum, dan perpajakan. Indikator untuk memulai bisnis misalnya, Indonesia ada di peringkat 140.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  15:48 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu dalam Dialogue KiTa, Jumat (2/10/2020) -  Jaffry Prakoso/Bisnis
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu dalam Dialogue KiTa, Jumat (2/10/2020) - Jaffry Prakoso/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) Indonesia mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir. Dari posisi 120 pada 2015 menjadi 73 tahun ini.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa akan tetapi dalam tiga tahun terakhir posisi OEDB stagnan, di kisaran posisi 73.

“Terobosan perlu dilakukan untuk memperbaiki iklim investasi nasional. Ini penting,” katanya melalui diskusi virtual, Selasa (20/10/2020).

Febrio menjelaskan bahwa untuk meningkatkan peringkat perlu reformasi yang progresif. Ada beberapa indikator yang menyebabkan EoDB Indonesia belum optimal.

Semuanya terkait dengan perizinan, hukum, dan perpajakan. Indikator untuk memulai bisnis misalnya, Indonesia ada di peringkat 140.

Lalu dalam penegakan kontrak ada di posisi 139. Untuk perdagangan antarnegara di peringkat 116. Persetujuan untuk izin pembangunan di peringkat 110. Terakhir pendaftaran properti di peringkat 106.

Di sisi lain peringkat daya saing juga masih rendah. Indonesia mengalami hambatan daya saing sumber daya manusia (SDM), inovasi, dan adopsi teknologi.

Oleh karena itu, reformasi yang lebih kuat, cepat, dan terintegrasi harus dilakukan. Padahal, Indonesia menargetkan berada di posisi 40 untuk kemudahan investasi pada 2025.

“Objektif Indonesia untuk menjadi yang terdepan dalam kemudahan berusaha dan investasi dengan negara peers adalah dengan pengembangan SDM, pembangunan infrastuktur, deregulasi, pemotongan birokrasi, dan transformasi ekonomi,” jelas Febrio.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkf kemudahan berusaha
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top