Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belajar dari UU, PP Ciptaker Jangan Disusun Di Ruang Gelap

Ekonom menilai pemerintah tidak perlu tergesa-gesa dan terkesan tertutup dalam merancang aturan turunan dari UU Cipta Kerja.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  18:34 WIB
Massa berkerumun tanpa menjaga jarak fisik protokol kesehatan saat mengikuti aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan kompleks DPRD Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10 - 2020). ANTARA
Massa berkerumun tanpa menjaga jarak fisik protokol kesehatan saat mengikuti aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan kompleks DPRD Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10 - 2020). ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom menilai pemerintah tidak perlu tergesa-gesa dan terkesan tertutup dalam merancang aturan turunan dari UU Cipta Kerja.

Adapun sejauh ini Presiden Joko Widodo masih gencar menginstruksikan pada setiap Menterinya untuk segera menyelesaikan aturan turunannya dalam waktu sebulan usai diundangkan kemarin.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan pada dasarnya UU ini baik dan isinya baik sayang tidak dikomunikasikan dengan baik. Alhasil, harus ada perbaikan dalam perumusan detailnya baik dalam PP, Kepres, Kepmen, dan lainnya.

"Aturan teknisnya jangan lagi disusun di ruang yang gelap. Terbuka tapi di ruang tertutup itu kan sama saja tertutup," katanya kepada Bisnis, Minggu (18/10/2020).

Piter mengemukakan PP dari UU ini nantinya harus menutup semua permasalahan yang muncul dalam proses pengesahan UU kemarin. Hal itu agar tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan atau menerima informasi yang salah.

Piter mengemukakan sejatinya pemerintah tidak perlu terlalu ngotot untuk mempercepat penyelesaian aturan teknis UU Cipta Kerja. Justru yang terjadi akan semakin menimbulkan kecurigaan akan aturan itu sendiri.

"Kuncinya jangan buru-buru lagi perbaiki proses yang sudah salah kemarin dan rajin merangkul mayarakat untuk mengkomunikasikan draf yang sudah disusun," ujar Piter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Omnibus Law cipta kerja
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top