Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siap-Siap! BPS Rilis Neraca Dagang Pukul 11.00 Siang Ini

Berdasarkan konsensus Bloomberg, rata-rata estimasi dari ekonom mengungkapkan surplus perdagangan pada September 2020 diperkirakan sebesar US$2,06 miliar, dengan estimasi atas sebesar US$3,6 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  07:40 WIB
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik akan mengumumkan tiga data ekonomi pada hari ini, Kamis (15/10/2020).

Tiga data tersebut, yaitu perkembangan ekspor dan impor Indonesia September 2020, perkembangan upah pekerja/buruh September 2020, dan luas panen dan produksi padi di Indonesia 2020.

Angka-angka tersebut akan dirilis langsung oleh Kepala BPS, Suhariyanto, secara live streaming yang dapat disaksikan di YouTube BPS (BPS Statistics).

Berdasarkan konsensus Bloomberg, rata-rata estimasi dari ekonom mengungkapkan surplus perdagangan pada September 2020 diperkirakan sebesar US$2,06 miliar, dengan estimasi atas sebesar US$3,6 miliar. Sementara estimasi paling pesimis, neraca perdagangan diperkirakan akan defisit US$1,8 miliar.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan neraca perdagangan September 2020 akan mencetak surplus US$2,53 miliar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat surplus US$2,33miliar.

Menurut Josua, kinerja ekspor akan terkontraksi 8,09 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2020, dari bulan sebelumnya yang terkontraksi 8,36 persen yoy.

"Ekspor pada September akan dipengaruhi oleh kenaikan beberapa harga komoditas ekspor, seperti CPO, batubara, dan karet alam. Sementara itu, perbaikan ekspor bulanan juga didukung oleh peningkatan aktivitas manufaktur dari mitra dagang utama Indonesia seperti EuroZone, AS, Jepang, India, Korea," katanya kepada Bisnis, Rabu (14/10/2020).

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan akspor lebih baik dari prakiraan ditopang berlanjutnya permintaan global, terutama dari AS dan China untuk beberapa komoditas seperti besi dan baja, pulp dan waste paper, serta tekstil dan produk tekstil (TPT).

Secara spasial, BI melihat perbaikan ekspor juga didorong oleh beberapa daerah luar Jawa, seperti Sumatera, Bali-Nusa Tenggara, dan Sulawesi-Maluku-Papua.

Perbaikan di sisi ekspor ini yang meyakinkan BI bahwa transaksi berjalan kuartal III /2020 diprakirakan mencatat surplus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan ekspor bps
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top