Hanya Jakarta yang Nikmati Pertumbuhan Positif Transaksi Properti

DKI Jakarta dan Serang menjadi dua wilayah di Jabodebek-Banten yang menikmati pertumbuhan positif dalam hal jumlah unit terjual di pasar primer perumahan sepanjang kuartal III/2020. Namun, dari sisi nilai penjualan, hanya DKI Jakarta yang tumbuh, sedangkan Serang juga turun sebagaimana wilayah lainnya di Jabodebek-Banten.
Perumahan di Jakarta./Bloomberg/Muhammad Fadli
Perumahan di Jakarta./Bloomberg/Muhammad Fadli

Bisnis.com, JAKARTA – DKI Jakarta menjadi satu-satunya wilayah di Jabodebek-Banten yang memiliki pertumbuhan positif dalam hal nilai transaksi unit properti perumahan primer pada kuartal III tahun ini.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan sebagian besar wilayah di Jabodebek-Banten mengalami penurunan nilai penjualan rumah kecuali DKI Jakarta yang meningkat.

Pada kuartal III tahun ini, nilai penjualan rumah di Jakarta naik 1,8 persen. Pertumbuhan yang positif dibandingkan dengan wilayah lain di Jabodebek-Banten yakni Bekasi yang nilai penjualannya turun 24,3 persen, Depok 21,9 persen, Tangerang 19,3 persen, Bogor 18,2 persen, Serang 7,9 persen, dan Cilegon turun 0,3 persen.

Adapun rerata nilai penjualan rumah di Jabodebek-Banten pada kuartal III ini menurun 17,4 persen. "Secara nilai penjualan, hanya Jakarta yang tumbuh positif," ujarnya dalam acara ProlabTalks Episode 6 Realese Perdana Survei Perumahan Jabodebek-Banten Kuartal III/2020 pada Selasa (13/10/2020) malam.

Hanya Jakarta yang Nikmati Pertumbuhan Positif Transaksi Properti

Hanya Jakarta yang Nikmati Pertumbuhan Positif Transaksi Properti

Sumber: Indonesia Property Watch

Meski dari nilai transaksi menurun, jumlah unit properti perumahan yang terjual di Serang juga naik, bersama dengan DKI Jakarta. Pertumbuhan jumlah unit perumahan primer yang terjual di Serang pada kuartal III/2020 dibandingkan dengan kuartal II/2020 mencapai 1,5 persen, sedangkan Jakarta 11,5 persen.

Adapun rerata unit rumah yang terjual pada kuartal III di Jabobedek-Banten, kata Ali, turun 31,3 persen menjadi 1.594 unit.

Tangerang, lanjutnya, menjadi daerah yang paling dalam mengalami penurunan penjualan unit rumah yakni 41,1 persen, diikuti Bekasi 22,2 persen, Depok 18,2 persen, Bogor 10,5 persen, dan Cilegon 1,4 persen.

Menurutnya, penjualan baik secara nilai maupun jumlah unit di Jakarta masih positif disebabkan oleh sebagian unit yang dipasarkan dengan diskon antara 10 persen hingga 20 persen untuk rumah yang ready stock dan cara bayar tunai keras.

"Untuk [penjualan rumah pasar primer] di Jakarta ada kecenderungan harga didiskon. Kalau dilihat price list, harganya sama, karena mereka tidak akan mengubah harga, tetapi secara negosiasi cara bayar jadi ada diskon untuk tunai keras," ucap Ali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper