Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Pasar: Cipta Kerja di Depan Mata, Tantangan Peradaban Baru Investasi

Berita tentang pro-kontra pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, kekuatan emiten besar, hingga cara untuk dongkrak konsumsi masyarakat, sorotan harian Bisnis Indonesia edisi Senin (5/10/2020).
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  09:30 WIB
Massa dari berbagai elemen melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Aksi yang dihadiri oleh buruh dan mahasiswa itu menuntut DPR untuk menghentikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. - Antara
Massa dari berbagai elemen melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Aksi yang dihadiri oleh buruh dan mahasiswa itu menuntut DPR untuk menghentikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Berita tentang pro-kontra pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang sorotan harian Bisnis Indonesia edisi Senin (5/10/2020).

Berikut beberapa rincian isu-isu terkini seputar perekonomian Indonesia:

1. Cipta Kerja di Depan Mata. Pengesahan RUU Cipta Kerja akan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR yang rencananya digelar pekan ini. Beleid baru tersebut diharapkan menjadi batu loncatan bagi perbaikan iklim usaha di Indonesia, khususnya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

2. Kekuatan Emiten Besar Terjaga. Dividen interim yang segera mengalir akan menjadi pemanis bagi pemegang saham pada penghujung 2020 sekaligus menegaskan kekuatan keuangan emiten yang tengah mencoba bertahan di tengah dampak pandemi Covid-19.

3. Nuklir Masih Jadi Polemik. Pengembangan nuklir sebagai sumber energi tenaga listrik masih menjadi polemik. Sejumlah lembaga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk Energi Bersih menolak isu nuklir masuk dalam pembahasan RUU EBT.

4. Tantangan Peradaban Baru Investasi. RUU Cipta Kerja dipastikan segera melenggang ke putaran paripurna. Meski digaungkan sebagai katalis penyegar arus investasi dan pasar kerja, dampak positif beleid ini diperkirakan tidak mudah diwujudkan.

5. Bisnis Truk Mulai Terkoneksi NLE. Sistem platform atau pelantar yang dimiliki pelaku
usaha truk mulai diintegrasikan ke dalam ekosistem logistik nasional atau national logistics ecosystem (NLE).

6. "Angin Lalu" Penolakan. Proses legislasi terhadap Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, yang pembahasannya dimulai sejak April di Badan Legislasi, bakal dibawa ke rapat paripurna untuk mendapat persetujuan.

7. Gotong Royong Dorong Ekonomi Kota Malang Tetap Tumbuh di Era Pandemi. Ekonomi Kota Malang diproyeksikan tetap bertumbuh di era pandemi. Optimisme itu didasarkan dari indikator ekonomi di triwulan III/2020. Optimisme bisa dibangun dan direalisasikan lewat keroyokan, gotong-royong.

8. Pelanggaran Kampanye Minim. Kementerian Dalam Negeri menilai pasangan calon kepala daerah dan partai politik mampu mematuhi aturan kampanye di tengah pandemi Covid-19. Jumlah pelanggaran selama sepekan masa kampanye cukup kecil.

9. Menanti Gerak Gesit Pemerintah. Permintaan yang lemah terekam dalam data Badan Pusat Statistik, di mana indeks harga konsumen (IHK) defl asi selama 3 bulan berturut-turut, yakni 0,1% pada Juli, 0,05% pada Agustus, dan 0,05% pada September.

10. Meneropong SDM Dunia Setelah Pandemi. Pandemi virus corona yang berlangsung sekitar 9 bulan bisa menyeret mundur kemajuan modal manusia atau human capital
dunia selama 1 dekade terakhir. Cuma butuh nila setitik untuk merusak susu sebelanga.

11. Cerita Dubes: Menjaga Arus Barang Tetap Lancar. Duta Besar RI untuk Timor Leste Sahat Sitorus mengatakan, aktivitas yang sampai saat ini masih ditutup adalah layanan komersial transportasi udara dan laut, kecuali untuk misi PBB dan kebutuhan pokok

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi omnibus law kabar pasar cipta kerja
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top