Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stimulus Bisnis Properti Juga Harus Perhatikan Sisi Supply

Pemerintah telah memberikan stimulus untuk bisnis properti dari sisi permintaan dalam hal ini terkait dengan fasilitas KPR, tetapi pengamat menilai hal itu belum cukup, karena dari sisi pasokan juga memerlukan stimulus.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  19:36 WIB
Ilustrasi pembangunan proyek perumahan./Antara - Aditya Pradana Putra
Ilustrasi pembangunan proyek perumahan./Antara - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk menggerakkan sektor properti tidak hanya pemberian stimulus demand, namun dibutuhkan stimulus di sisi supply.

Founder Panangian school of Property Panangian Simanungkalit mengatakan kondisi pengembang saat ini mengalami tekanan.

Selain stimulus untuk demand, dibutuhkan pula stimulus supply. Adapun stimulus supply yang dibutuhkan ini berupa pemangkasan waktu dalam pengajuan izin beserta biayanya.

"Lalu juga pajak lebih rendah untuk pengembang," ujarnya kepada Bisnis pada Senin (5/10/2020).

Menurutnya, di tengah situasi seperti ini, biaya perizinan pengambang yang tetap dikenakan atau tidak dikurangi serta lama waktu pengajuan perizinan ini sangat tak mendukung para pengembang. Padahal, sektor properti ini dapat mendorong perekonomian.

"Jadi, jangan hanya sisi demand saja tetap sisi supply juga diberikan stimulus," tuturnya.

Dia menilai saat ini suku bunga kredit perbankan baik itu kredit perumahan rakyat (KPR) dan juga kredit konstruksi masih cukup tinggi.

Panangian melihat hal tersebut tidak berjalan beriringan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang mengalami penurunan cepat. "Suku bunga KPR saat ini masih tinggi, sehingga juga memberatkan konsumen," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti stimulus ekonomi kredit pemilikan rumah
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top