Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahok Bahas Pencarian Mitra Proyek Kilang Pertamina

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mengaku sedang mengerjakan pencarian mitra perseroan pascaditinggal oleh mitra lama dalam proyek Kilang Cilacap dan Kilang Bontang.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 September 2020  |  19:23 WIB
BASUKI TJAHAJA PURNAMA. Antara
BASUKI TJAHAJA PURNAMA. Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama menyebut proyek-proyek kilang PT Pertamina (Persero) masih diminta oleh banyak mitra-mitra strategis.

Pria yang akrab disapa Ahok mengatakan bahwa pihaknya masih mengerjakan pencarian mitra pascaditinggal oleh mitra lama dalam proyek Kilang Cilacap dan Kilang Bontang.

Menyusul hal itu, kata Ahok, pada Jumat (25/9/2020), pihaknya baru menggelar rapat untuk menindaklanjuti kembali progresnya yang nantinya akan dilaporkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara ke Presiden.

"Iya banyak [yang berminat], asal jangan kita ngotot yang desain dan sebagainya. Bisa national oil company atau yang bermodal" katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Pertamina memutuskan untuk menyelesaikan kerja sama dalam pembangunan Kilang Cilacap dengan Saudi Aramco pada April 2020 karena adanya perbedaan nilai valuasi proyek.

Pertamina disebut tengah menjajaki mitra strategis baru sebagai pengganti keterlibatan Saudi Aramco dalam proyek itu.

Selain Kilang Cilacap, mitra strategis dalam proyek pembangunan juga meninggalkan Pertamina. Overseas Oil and Gas (OOG) adalah mitra terpilih dalam proyek itu.

Akibat mundurnya OOG dari Kilang Bontang, pada saat ini proyek tersebut harus terpaksa ditunda untuk melanjutkan kajian dalam proyek itu.

PT Pertamina (Persero) menegaskan proyek pembangunan dan pengembangan sejumlah kilang masih menjadi proyek stragis nasional dan masih berjalan sesuai target.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang mengatakan bahwa tidak ada satu pun proyek Refinery Development Masterplan Program (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR) yang terdepak dari status proyek strategis nasional (PSN).

Dia menuturkan bahwa, proyek tersebut masih sejalan dengan kriteria proyek strategis nasional yakni keberlanjutan dan kepastian investasi, peningkatan penyediaan lapangan kerja, mempertahankan daya saing, peningkatan ketahanan energi, dan menjadi lokomotif pertumbuhan serta pengembangan perekonomian.

"[Proyek kilang] masih sangat relevan sebagai PSN," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas ahok
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top