Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kompleks petrokimia PT Trans Pacific Petrokimia Indotama di Tuban, Jawa Timur. - Sumber: Saluran YouTube Sekretariat Presiden
Premium

Petrokimia, Bisnis Masa Depan Pertamina

26 September 2020 | 06:38 WIB
Produk petrokimia menjadi lini bisnis yang menjadi andalan Pertamina pada masa depan ketika terjadi transisi energi. 

Bisnis.com, JAKARTA — Permintaan bahan bakar minyak yang melempem selama masa pandemi Covid-19 dan juga peralihan tren penggunaan energi fosil ke energi baru dan terbarukan membuat PT Pertamina (Persero) meracik strategi baru.

Pembatasan aktivitas selama masa pandemi berpengaruh signifikan terhadap permintaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Alhasil, stok BBM milik Pertamina tak lagi sehangat dahulu.

Pertamina mencatat bahwa selama masa pandemi Covid-19 terjadi penurunan penjualan BBM, dimulai dari rerata penjualan harian BBM pada Maret 2020 yang merosot menjadi 84,2 juta kiloliter (kl) dari rerata pada Februari 93,3 juta kl.

Puncaknya, penjualan terendah Pertamina dicatatkan pada April 2020 dengan rerata penjualan harian di level 65,5 juta kl dan mulai meranjak menjadi 70,3 juta kl pada Mei 2020, 78,5 juta kl pada Juni 2020, 83,3 juta kl pada Juli 2020, dan 87,1 juta kl pada Agustus 2020.

Seiring dengan hal tersebut, Pertamina masih memiliki stok BBM yang tinggi untuk kebutuhan nasional. Hingga saat ini, Pertamina menyebut sejumlah jenis BBM persediaannya masih berlebih seperti avtur.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) raksasa internasional telah menyikapi tren industri dengan berbagai cara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top