Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Target Biaya Logistik Indonesia Turun Jadi 17 Persen

Penurunan ini dipicu oleh penerapan ekosistem logistik nasional yang terintegrasi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 24 September 2020  |  13:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukan bukti pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukan bukti pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik terhadap PDB sebesar 17 persen dengan penerapan reformasi sistem logistik nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan biaya Logistik Indonesia lebih tinggi dari Negara Asean, yakni 23,5 persen terhadap PDB. Sementara itu, Negeri Jiran Malaysia tercatat hanya 13 persen terhadap PDB.

"Ini menyebabkan perekonomian Indonesia masih perlu terus memperbaiki kompetisinya. Dengan adanya pembentukan ekosistem logistik nasional, kita akan bisa menurunkan dari 23,5 persen, ditekan menjadi 17 persen," ujar Sri Mulyani, Kamis (24/9/2020).

Penurunan 5 persen hingga 6 persen ini akan dikontribusikan dari proses hulu dan hilir, terutama dalam menghubungkan sektor-sektor transportasi sehingga akan memudahkan pelaku usaha.

Dengan reformasi ini, Sri Mulyani yakin tidak hanya efisiensi, kontribusinya juga diharapkan meningkat, serta menciptakan transparansi dan persaingan yang sehat.

Dia mengakui logistik saat ini seperti benang ruwet, meski sudah pernah merintis National Single Window yang menghubungkan dari 16 K/L.

National Single Window belum membangun ekosistem yang memudahkan transksinya di antara pengusaha. Oleh karena itu, pemerintah mendorong ekosistem logistik nasional (NLE).

Terkait dengan integrasi ekosistem ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional pada tanggal 16 Juni 2020.

Dari riset Frost and Sullivan pada 2016, biaya logistik Indonesia pada tahun 2028 diperkirakan akan menjadi yang tertinggi di Asean, yakni 24 persen dari PDB.

Sementara itu, posisi negara lain, seperti Vietnam hanya sebesar 20 persen PDB, Thailand 15 persen PDB, China 14 persen PDB, Malaysia, Philipina dan India 13 persen PDB, Taiwan dan Korea Selatan 9 persen PDB, serta Singapura dan Jepang sebesar 8 persen PDB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik sri mulyani Ekosistem Logistik Nasional
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top