Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketidakpastian Covid-19 Tinggi, Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Masih Terlalu Dini

Meski sudah ada banyak harapan dengan diroduksinya vaksin, namun pemulihan ekonomi membutuhkan waktu yang lebih lama bagi banyak negara.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 17 September 2020  |  10:18 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pemulihan ekonomi masih sangat dini dan rentan karena ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 masih tinggi.

Sri Mulyani memaparkan, beberapa indikator ekonomi akhir-akhir ini memang terlihat membaik. Misalnya, PMI manufaktur pada Agustus 2020 telah mencapai ke level 50,8.

Di samping itu, data google mobility index menurutnya juga mendukung pemulihan di berbagai sektor, di antaranya transportasi, logistik, termasuk beberapa sektor keuangan.

"Tapi ini masih sangat dini dan cukup rentan bagi kita untuk melihat pemulihan di masa mendatang," katanya dalam IDIC Webinar, Rabu (17/9/2020).

Menurut Sri Mulyani, meski sudah ada banyak harapan dengan diroduksinya vaksin, namun pemulihan ekonomi membutuhkan waktu yang lebih lama bagi banyak negara.

Indonesia pun, menghadapi ketidakpastian yang sama kendati kontraksi Indonesia pada kuartal II/2020 yang tercatat -5,32 persen tidak sedalam kontraksi negara-negara lain.

Sebelumnya, Sri Mulyani juga memperkirakan ekonomi Indonesia di kuartal III/2020 akan terkontraksi lebih dalam dari perkiraan sebelumnya, sejalan dengan penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah sedang melakukan pemantauan dan melihat data yang berhubungan dengan pergerakan seiring dengan pemberlakuan PSBB jilid II di DKI Jakarta mulai tanggal 14 September 2020.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 berpotensi akan berada pada kisaran 0,0 persen hingga -2,1 persen.

Pemerintah, imbuhnya, akan terus menjaga agar perekonomian tidak turun terlalu dalam. Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan terus didorong dan diharapkan bisa mendorong perekonomian lebih ke arah positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani covid-19 pemulihan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top