Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Anggaran Pembebasan Lahan Proyek PUPR Rp21 Triliun Tahun Depan

Dalam membangun infrastuktur sebaiknya pengadaan lahan dapat diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 17 September 2020  |  11:48 WIB
Anggaran Pembebasan Lahan Proyek PUPR Rp21 Triliun Tahun Depan
Foto udara proyek Bendungan Cipanas di Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (21/7/2020). - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian PUPR memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pengadaan lahan pembangunan infrastruktur kementerian itu pada 2021 sekitar Rp21 triliun dari total pagu anggaran tahun depan Rp149,81 triliun yang telah disetujui DPR.

"Untuk bidang jalan saja, terutama untuk jalan tol pada 2021 direncanakan kebutuhan pembebasan lahan sekitar 8.000 hektare dan di bidang SDA [sumber daya air] direncanakan pembebasan seluas 7.424 hektare sehingga pada dua bidang itu saja sudah membutuhkan sekitar 15.000 hektare," tutur Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti melalui siaran pers Kamis (17/9/2020).

Menurutnya proses pengadaan lahan untuk pekerjaan konstruksi menjadi salah satu tantangan dalam tahapan pembangunan sehingga terus diperlukan inovasi mulai dari segi pembiayaan dan metode pelaksanaannya di lapangan.

Dengan inovasi diharapkan dapat membantu percepatan pengadaan lahan untuk pembangunan infrastruktur sehingga dapat segera dilakukan tahap konstruksi.

"Dalam membangun infrastuktur sebaiknya pengadaan lahan dapat diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun. Hal ini bertujuan untuk menghindari spekulasi harga tanah di tahun berikutnya," tutur Anita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembebasan lahan
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top