Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLN: Kebutuhan Batu Bara PLTU Tahun Ini Bakal Turun Signifikan

Adapun hingga Agustus 2020, PLN mencatat realisasi pasokan batu bara untuk PLTU mencapai 68,7 juta ton. 
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 15 September 2020  |  16:44 WIB
Pemandangan PLTU Paiton 1 dan 2 dari sisi perairan utara Probolinggo. Istimewa - PLN
Pemandangan PLTU Paiton 1 dan 2 dari sisi perairan utara Probolinggo. Istimewa - PLN

Bisnis.com, JAKARTA--PT PLN (Persero) memproyeksikan konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) hingga akhir tahun hanya akan mencapai 87,7 persen dari perkiraan kebutuhan yang telah direncanakan.  

Kepala Divisi Batubara PT PLN (Persero) Harlen mengatakan, perseroan telah merevisi perkiraan kebutuhan batu bara untuk PLTU dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020 dari semula 109 juta ton menjadi 95,6 juta ton. Angka tersebut PLNah mencakup kebutuhan untuk, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik produsen listrik swasta (IPP).

Alhasil, konsumsi batu bara tahun ini diperkirakan turun 2,14 persen dibandingkan realisasi pemakaian batu bara tahun lalu yang mencapai 97,7 juta ton.

"Kalau lihat RUPTL [kebutuhan batu bara] itu di angka 109 juta ton. Dampak  pandemi dengan pertumbuhan saat ini terjadi perubahan signifikan dari 109 juta ton ke 95,6 juta ton," ujar Harlen dalam acara The 5th Save Indonesian Coal 2020 Perhapi, Selasa (15/9/2020).

Penurunan kebutuhan batu bara ini, lanjut Harlen, tak lain disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan konsumsi listrik sebagai dampak dari kondisi pandemi Covid-19. Konsumsi tenaga listrik selama Januari-Juli 2020 tercatat hanya mengalami peningkatan 0,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  

Dengan diberlakukannya work from home (WFH), konsumsi listrik pada segmen pelanggan rumah tangga memang cenderung meningkat sekitar 10,08 persen. Tetapi, konsumsi listrik pada segmen pelanggan bisnis mengalami penurunan hingga 7,43 persen dan industri turun 8,22 persen.

Meski demikian, Harlen optimistis kebutuhan batu bara tahun ini masih berpeluang meningkat bila kondisi pandemi membaik dalam bulan-bulan mendatang.

"Perkiraan batu bara tadinya cuma butuh 87 juta ton saja. Tapi melihat perkembangan [konsumsi listrik) Juni-Juli ternyata kami menghitung 95,6 juta ton.  Tapi lihat realisasi yang ada sampai Agustus ini ternyata ada perkiraan membaik.  Diperkirakan angka 100 juta ton akan tercapai," katanya.

Adapun hingga Agustus 2020, PLN mencatat realisasi pasokan batu bara untuk PLTU mencapai 68,7 juta ton. 

Sementara itu, dalam skenario moderat pascapandemi, kebutuhan batu bara PLTU diperkirakan terus berkurang sampai dengan 2024.  

Harlen menuturkan, perseroan memperkirakan kebutuhan batu bara PLTU tahun depan hanya akan mencapai 98,01 juta ton dari perkiraan semula 120,53 juta ton dan pada 2022 hanya mencapai 103,72 juta ton dari perkiraan semula 128,54 juta ton. Tren kenaikan konsumsi batu bara baru akan terjadi mulai 2025 sampai dengan 2029.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN batu bara pltu
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top