Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Lazim, Developer di Bogor Bayarkan Cicilan KPR Konsumen

Pengembang memang harus banyak bersiasat untuk menggenjot penjualan properti di tengah kondisi ekonomi yang tertekan akibat pandemi Covid-19. Tapi, yang dilakukan satu pengembang di Bogor ini, sungguh mengundang pertanyaan.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  09:09 WIB
Perumahan Royal Tajur. - Istimewa
Perumahan Royal Tajur. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang memang harus banyak bersiasat untuk menggenjot penjualan properti di tengah kondisi ekonomi yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, diskon pun berhamburan agar masyarakat yang kondisi finansialnya sedang melorot tetap memiliki keterjangkauan untuk memiliki properti terutama hunian baik rumah tapak maupun apartemen.

Banyak pula developer yang menawarkan perpanjangan masa uang muka (DP), cukup tanda DP, dan menunda alias libur bayar cicilan, serta hadiah-hadiah langsung.

Namun, ada hal menarik dilakukan PT Tajur Surya Abadi, pengembang perumahan Royal Tajur. Dengan tajuk Merdeka Cicilan hingga tahun depan, developer ini membayari cicilan (bukan libur) konsumennya sampai 8 bulan serta memberikan jaminan sewa (khusus apartemen fully furnished) hingga 2 tahun. Konsumen hanya membayar DP 10 persen yang senilai furnitur dan elektronik.

Kalau sampai ada developer yang berani membayari cicilan KPR yang mestinya menjadi kewajiban pembeli, ini tentu strategi aneh dan belum pernah ada sebelumnya. Tentu saja, cara ini layak mengundang pertanyaan, kok bisa?

Menurut Hendra Gunawan, General Manager Royal Tajur, dana “memerdekakan” cicilan konsumen selama 8 bulan itu dimungkinkan karena merupakan pengalihan dari budget marketing dan promo, yang selama pandemi Covid-19 ini tidak terpakai.

“Sejak Maret 2020, rata-rata developer memangkas budget marketing-nya. Kegiatan pameran, pembuat flyer, dan billboard berkurang drastis, bahkan tidak ada. Anggaran marketing dan promosi dari Maret hingga Desember tahun ini ingin kita berikan ke konsumen, dengan menanggung cicilan mereka selama 8 bulan,” kata Hendra pada Senin (31/8/2020).

Menjawab “keanehan” tadi, dia memerinci bahwa umumnya biaya marketing dan promo sekitar 4 persen dari gross sales. Kalau ditambah dengan komisi sales bisa mencapai 7 persen hingga 8 persen. Budget inilah yang diberikan kepada konsumen melalui promo Merdeka Cicilan. Promo ini terbatas hanya untuk 15 unit, pembelian apartemen, rumah tapak dan kavling, dan berlaku hanya pada September.

Promo ini, jelas Hendra,  dibagi dua. Produk harga Rp1 miliar ke bawah akan bayari cicilannya 8 bulan dan produk di atas Rp1 miliar (rumah hook dan kavling besar) diberikan diskon besar di depan yang nilainya bisa sampai ratusan juta rupiah dan free biaya KPR.

"Jadi, promo kami sangat berbeda dengan developer-developer lain yang saat ini ada juga promo bayarin cicilan 1 tahun, bahkan lebih 2 tahun, yang pastinya dari harga dinaikin dahulu. Kalau kami dari alokasi anggaran, boleh dicek pricelist before after ada promosi ini,” kata Hendra.

Jaminan sewa aman

Frans Hartono, Department Head Sales Royal Tajur, mengatakan yang lebih menarik dalam promo ini, terutama untuk investor adalah Royal Heights Apartment. Bayangkan, investor cukup membayar DP 10 persen, misalnya untuk tipe 1 bedroom seharga Rp520 juta, mereka hanya membayar DP Rp52 juta.

“Setelah bayar DP dan akad kredit, cicilan pertama hingga bulan ke-8 kami bayarin. Berikutnya, kami bisa pastikan cicilan bulan ke-9 hingga 2 tahun (24 bulan) ke depannya, konsumen hanya Rp200.000 per bulan,” jelas Frans.

Bagaimana bisa hanya Rp200.000? Frans menjelaskan, karena 2 tahun itu sudah dibayarkan oleh jaminan sewa. Katakanlah cicilannya Rp3,5 juta per bulan, jaminan sewanya masuk Rp3,3 juta sebagai subsidi, jadi konsumen hanya menambahkan Rp200. 000.

Mengapa 8 bulan? lanjut Frans, selain karena bulan Kemerdekaan RI Agustus, 8 bulan itu masa tunggu sampai dengan apartemen Tower A jadi dan siap disewakan, sehingga argo jaminan sewa berjalan. 

Saat ini progress Tower A sudah mencapai 85 persen. Target selesai bangunan fisik akhir Desember 2020. Januari proses Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan serah terima unit mulai April 2021 secara bertahap.

“Pertanyaannya, bagaimana bulan ke-33? Investor membayar cicilannya normal? Tidak, malah investor mendapatkan pemasukan sebagai passive income. Karena nilai sewanya pasti sudah naik, sementara cicilannya flat,” tutur Frans.

Terkait dengan jaminan sewa, Frans mengatakan tidak perlu khawatir, karena calon penyewa unit apartemen sudah ada. Segmen yang dibidik adalah pekerja dan keluarga yang selama ini sewa dan kos di ring satu Jl Raya Tajur. Nilai jaminan sewa itu pun diambil dari nilai rata-rata pasar sewa sekitar Jl. Raya Tajur, bukan “karangan” developer.

“Dari group (karyawan) kita saja 20 unit pasti terisi. Karyawan kita ada yang dari Yogya, Semarang, dan kebanyakan dari Jakarta.  Dari pada mereka bolak-balik lebih efisien kalau mereka tinggal di sini. Jadi jaminan sewa kita dari karyawan group saja potensinya sudah besar. Penyewanya sudah benar ada, makanya kami berani ada jaminan sewa 2 tahun,” kata Frans.

Untuk memaksimalkan promosinya, sekarang ini Royal Tajur berpameran di Indonesia Properti Virtual Expo dan BCA Virtual Expo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top