Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Genjot Pariwisata Lewat Fotografi, Kemenparekraf Gandeng SweetEscape

Pendaftaran atau open call dimulai sejak 27 Agustus - 1 September dan terbuka untuk penggemar fotografi dari wilayah Jabodetabek, Jogja, Solo, Semarang, Bintan, Bali, dan Labuan Bajo.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  13:00 WIB
Suasana objek wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, saat pertama kali dibuka di tengah pandemi Covid-19. - Antara
Suasana objek wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, saat pertama kali dibuka di tengah pandemi Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan platform fotografi SweetEscape menggelar program pelatihan fotografi “Di Balik Lensa Nusantara” untuk menghidupkan kembali industri pariwisata lokal di sejumlah daerah.

Pendaftaran atau open call dimulai sejak 27 Agustus - 1 September dan terbuka untuk penggemar fotografi dari wilayah Jabodetabek, Jogja, Solo, Semarang, Bintan, Bali, dan Labuan Bajo.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Nia Niscaya mengatakan pembukaan kembali sektor pariwisata merupakan salah satu langkah yang perlu dilakukan agar perekonomian bisa tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Nia menyebut pihaknya telah mengimplementasikan program Clean, Hygiene, dan Safety (CHS) serta memastikan kesiapan objek-objek wisata termasuk komponen masyarakat lokal mengikuti protokol kesehatan, sehingga wisatawan memiliki rasa aman dan nyaman saat mengunjungi daerah tersebut.

"Fase berikutnya adalah memperkenalkan berbagai tempat dan produk wisata tersebut melalui konten foto yang indah dan menarik ke masyarakat. Hal inilah yang kami harapkan dapat terjadi dengan adanya kolaborasi sinergis bersama SweetEscape,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima oleh Bisnis pada Minggu (30/8/2020).

Lebih lanjut, Nia menjelaskan perubahan tatanan hidup di masa pandemi memang mendorong masyarakat lebih melek teknologi dan media sosial menjadi salah satu sarana komunikasi, termasuk untuk informasi tempat wisata.

Seperti yang diketahui fenomena yang terjadi sekarang adalah banyak tempat wisata baru yang belum banyak dikunjungi justru menjadi terkenal ketika fotonya ditampilkan di media sosial. Atau mencari informasi mengenai tempat wisata yang aman dikunjungi saat pandemi melalui berbagai foto di media sosial.

Oleh karena itu, CEO dan Co-Founder SweetEscape David Soong Meyakini bahwa fotogafi memiliki kekuatan visual storytelling, atau mampu bercerita dan menjelaskan banyak hal melalui konten foto.

"Melalui pelatihan fotografi ini, kami ingin mendukung para pencinta fotografi untuk terus menghasilkan karya - karya terbaik, sekaligus menjadi duta lokal yang memperkenalkan tempat wisata daerahnya agar animo masyarakat untuk berkunjung semakin meningkat, sehingga secara langsung dapat mendongkrak perekonomian di daerah tersebut,” ujarnya.

Pendaftaran pelatihan fotografi “Di Balik Lensa Nusantara” telah dapat dilakukan melalui https://www.indonesia.travel/id/id/photography-workshop-2020 dari tanggal 27 Agustus hingga 1 September.

Pendaftar yang lolos seleksi akan mengikuti online workshop pada tanggal 3 - 4 September serta mendapatkan kesempatan menjadi Top 10 Photographer dari setiap kota untuk hadir dalam offline workshop di bulan September mendatang.

“Harapan kami program strategis bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini akan mengakselerasi produktivitas sektor pariwisata di berbagai daerah di Indonesia khususnya melalui konten foto dan visual yang menarik sehingga meningkatkan jumlah aktivitas wisatawan domestik, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada,” tutup David.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata fotografi
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top