Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Voluntourism Diklaim Jadi Tren Pariwisata Baru, Apa Itu?

Kemenparekraf mengklaim voluntourism bakal menjadi tren pariwisata baru di Indonesia yang berkembang ke arah kepedulian sosial terhadap alam dan budaya.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  16:32 WIB
Pantai Pulisan di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Lokasi ini ditetapkan menjadi KEK Pariwisata dan akan mengundang investor termasuk dari luar negeri. - Antara
Pantai Pulisan di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Lokasi ini ditetapkan menjadi KEK Pariwisata dan akan mengundang investor termasuk dari luar negeri. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tren pariwisata diprediksi berkembang ke arah kepedulian sosial terhadap alam dan budaya destinasi wisata atau lebih dikenal dengan voluntourism. Sejauh ini jumlah wisatawan yang datang sebagai voluntourism terus bertumbuh.

Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf mengatakan, voluntourism merupakan salah satu tren wisata baru yang potensial mendukung pengembangan destinasi wisata di Indonesia.

Ke depan, katanya, tren pariwisata bukan sekadar jalan-jalan santai, tetapi pariwisata yang memberikan kontribusi atau manfaat kepada destinasi wisata yang dikunjungi oleh wisatawan.

“Jadi, sekarang trennya adalah anak-anak muda datang sebagai voluntourism dalam rangka menciptakan rasa kepedulian terhadap alam dan budaya destinasi wisata Indonesia. Voluntourism mengandung makna wisatawan yang bertanggung jawab, dengan melakukan kegiatan pariwisata sambil menjadi sukarelawan," ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (29/8/2020).

Rizki mencontohkan di Sumba ada voluntourism yang membuat gerakan Shoes for Sumba yang bertujuan untuk memberikan sepatu bagi masyarakat lokal Sumba. Bentuk lain dari kegiatan voluntourism ialah dengan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak di suatu destinasi, misalnya dengan mengajari mereka gerakan memungut sampah.

“Hal tersebut memperlihatkan bahwa ketika kita travelling atau jalan-jalan, kita juga bisa sambil menjaga lingkungan yang ada di sekitar destinasi wisata tersebut,” tambahnya.

Rizki menambahkan voluntourism juga sangat lekat dengan penerapan protokol kesehatan berbasis cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE). Kehadiran voluntourism, katanya, juga akan mendorong peningkatan kepercayaan wisatawan.

“Selain itu, untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menandakan bahwa Indonesia sangat peduli dengan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan wisatawan, Kemenparekraf telah meluncurkan Indonesia Care yang merupakan kampanye yang mendorong penerapan protokol kesehatan di berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top