Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GIMNI Usul 2 Lokasi Baru sebagai Kawasan Food Estate, Daerah Mana?

Penambahan Aceh dan Papua dapat menurunkan konsentrasi populasi di Pulau Jawa.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 17 Agustus 2020  |  15:39 WIB
Foto aerial lahan persawahan di Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (23/2/2020). Bisnis - Himawan L. Nugraha
Foto aerial lahan persawahan di Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (23/2/2020). Bisnis - Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Industriawan merespons positif pemilihan Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara sebagai lokasi pengembangan kawasan industri pangan atau food estate. Namun, setidaknya masih ada dua lokasi lagi yang dinilai cocok menjadi kawasan pengembangan food estate.

Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) menilai pemilihan Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara tepat lantaran berada di utara garis khatulistiwa yang memiliki intensitas cahaya lebih tinggi. Walakin, asosiasi menilai seharusnya Aceh dan Papua juga dipilih menjadi daerah pengembagnan food estate.

"Ada dua faktor yang menjadi perhatian [pemilihan wilayah food estate] yakni cuaca dan lahan. Saya lihat Presiden sudah mendapat masukan yang bagus, tapi kenapa Aceh tidak dimasukkan?" ujar Ketua Umum GIMNI Sahat SInaga kepada Bisnis, Senin (17/8/2020)

Menurutnya, Aceh memiliki kelebihan waktu musim panas yang lebih panjang hingga 4 bulan dari daerah lainnya. Tanaman seperti padi dan tebu tepat untuk dikembangkan di sana.

Sementara itu, Papua dipilih untuk pemerataan ketersediaan pangan di wilayah timur.

Sahat menilai penambahan Aceh dan Papua dapat menurunkan konsentrasi populasi di Pulau Jawa. "Ini salah satu side effect yang baik dengan [adanya pengembangan] food estate."

Oleh karena itu, Sahat menyatakan bahwa pemerintah juga harus mulai mendorong digitalisasi pada sektor pertanian. Dia mengamati tren tenaga kerja global saat ini sudah sangat efisien berkat digitalisasi, bahkan di sektor pertanian.

Sahat menilai minimnya digitalisasi merupakan salah satu faktor minimnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. Selain itu, pemerintah juga harus mendorong kesejahteraan petani lokal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketahanan pangan food estate
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top