Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Optimisme Angkutan Darat saat New Normal

Organda optimistis sektor transportasi darat mulai pulih seiring dengan masa new normal dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  21:23 WIB
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor transportasi darat akan kembali bertumbuh pasca pandemi Covid-19, seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah pun tetap merencanakan pengembangan infrastrukturnya sesuai RPJMN 2020-2024.

Ketua DPP Organda Adrianto Djokosoetono menyatakan pemilihan secara umum masih berjalan positif di semua jenis angkutan darat kecuali angkutan penumpang pariwisata.

"Dalam new normal ini sangat perlu kerjasama seluruh masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah agar kegiatan dapat terus berlangsung semakin normal," paparnya kepada Bisnis.com, Kamis (13/8/2020).

Secara nasional, terangnya, data belum banyak berubah, masih pada okupansi 40-60 persen karena terkait juga hari libur dan tahu akan ada libur panjang kembali yang akan berdampak positif pada beberapa angkutan dan negatif pada beberapa moda lainnya.

Berdasarkan sejumlah data penelitian dari berbagai lembaga menunjukan bahwa proyeksi dalam lima tahun ke depan pertumbuhan sektor transportasi sangat baik sehubungan dengan kembalinya perekonomian yang membuat daya beli masyarakat dan aktivitas meningkat.

Seiring dengan itu, pemerintah tetap menyiapkan penyelesaian RPJMN 2020-2024 yang didalamnya termasuk sistem angkutan umum massal perkotaan di enam wilayah metropolitan.

Keenam wilayah tersebut yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, dan Makassar. Dengan total investasi Rp118,8 triliun guna mengurangi potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan di wilayah metropolitan.

Adapun sumber pembiayaannya diambil dari APBN, APBD, dan Badan Usaha. Sementara itu, instansi yang terkait yakni Kemenhub, KemenPUPR, Pemda, dan Badan Usaha (BUMN/Swasta).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

organda
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top