Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perpres Pengadaan Vaksin Covid-19 Segera Meluncur, Sri Mulyani: Anggaran Disiapkan

Perpres ini dibutuhkan karena pengadaan akan dilakukan secara multiyears dan kondisinya berbeda dengan pelelangan atau pengadaan barang secara umum.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  09:37 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan menerbitkan peraturan presiden (Perpres) terkait dengan pengadaan vaksin Covid-19.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menuturkan Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional masih membahas detail anggaran dan teknis pengadaannya.

"Kemungkinan nanti akan disiapkan Perpres tersendiri untuk mengatur pengadaannya," ungkap Susi yang menjabat sebagai sekretasi II Komite Kebijakan di dalam komite yang dibentuk Presiden Jokowi Juli lalu kepada Bisnis, Rabu (12/8/2020).

Perpres ini dibutuhkan karena pengadaan akan dilakukan secara multiyears dan kondisinya berbeda dengan pelelangan atau pengadaan barang secara umum.

Ketika disinggung terkait dengan kemungkinan subsidi atas harga vaksin, Susi menjawab skemanya belum diputuskan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menuturkan pihaknya akan mengunakan anggaran penanganan Covid-19 yang belum terserap untuk membiayai pengadaan vaksin pada tahun ini.

Dia juga menegaskan pemerintah akan memasukkan anggaran pengadaan vaksin untuk tahun depan. Terkait dengan nilai dan jumlah vaksin yang dibutuhkan, dia mengaku belum dapat menyampaikannya karena belum ada harga pasti.

"Kita cadangkan saja berdasarkan estimasinya," tegasnya.

Perhitungan nilai dan jumlah vaksin masih terus dibahas oleh satuan tugas. Adapun, satuan tugas telah mendata Bio Farma akan mengadakan vaksin Covid-19 melalui dua jalur, yakni jalur kerja sama dengan China dan melalui payung Gates Foundation.

Selain itu, ada perusahaan swasta Kalbe Farma yang juga melakukan kerja sama dengan pihak dari China dan lembaga riset Eijkman yang didukung oleh Kemenristek. Vaksin Eijkman tersebut diberi nama vaksin Merah Putih.

Sri Mulyani memperkirakan kebutuhan vaksin ini akan sangat banyak dan proses pengadaannya akan sangat rumit, terlebih lagi vaksin harus dijalankan dalam lebih dua tahapan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani vaksin Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top