Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak ‘Raja di Daerah’ Jadi Penghambat, REI Gandeng Kejaksaan

Selama ini, kata REI, di daerah banyak pihak-pihaknya yang menghambat proyek-proyek pemerintah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  13:54 WIB
Ilustrasi: Foto udara perumahan di Kawasan Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Rachman
Ilustrasi: Foto udara perumahan di Kawasan Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia bekerja sama dengan Kejaksaan Agung untuk mengawal proyek strategis nasional di bidang perumahan.

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan selama ini di daerah banyak pihak-pihaknya yang menghambat proyek-proyek pemerintah.

"Di daerah banyak raja daerah, perizinan prosesnya dua tahun. Kemudian bea perolehan hak atas tanah dan bangunan [BPHTB] yang diminta Presiden menjadi 2,5 persen tidak terlaksana. Ini yang membuat kami bekerja sama dengan Kejaksaan Agung," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (6/8/2020).

Menurutnya, inisiator pengajuan kerja sama dengan Kejaksaan Agung ini adalah REI. Nantinya, kerja sama serupa juga akan disusul oleh asosiasi perumahan lainnya.

Rencananya, pakta integritas kerja sama Kejaksaan Agung dengan REI akan ditandatangani pada hari ini pukul 14.00 WIB.

"Nanti kalau dari pengembang atau dari daerah selama proses perizinan ada yang meminta ya, akan ditinjau Kejaksaan," tuturnya.

Selain itu, dengan kerja sama dengan Kejaksaan ini akan mengurangi kendala perizinan terutama terkait dengan lahan. Pasalnya, makin lama izin dikeluarkan, hal itu berdampak pada besarnya biaya yang ditanggung oleh pengembang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rei perizinan pungli
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top