Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aston Bellevue Optimistis Bisnis Perhotelan Bangkit Kembali

selama masa pandemi, khususnya pada Maret, April, dan Mei, bisnis perhotelan benar-benar terpuruk, okupansi rata-rata anjlok hingga 90 persen.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  16:23 WIB
Hotel Aston Bellevue Radio Dalam setelah penjenamaan kembali (rebranding) dari sebelumnya Bellevue Radio Dalam. - Istimewa
Hotel Aston Bellevue Radio Dalam setelah penjenamaan kembali (rebranding) dari sebelumnya Bellevue Radio Dalam. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Aston Bellevue Radio Dalam optimistis pelonggaran pembatasan sosial berskala besar pada masa pandemi Covid-19 akan membangkitkan tingkat hunian atau okupansi perhotelan yang saat ini benar-benar terpuruk.

General Manager Aston Bellevue Radio Dalam Ahmad Hifni mengatakan bahwa selama masa pandemi, khususnya pada Maret, April, dan Mei, bisnis perhotelan benar-benar terpuruk.

Tingkat keterisian hotel rata-rata anjlok hingga 90 persen dan di Jakarta okupansi hotel berkisar 10 persen hingga 30 persen.

“Sampai dengan saat ini masih ada beberapa hotel yang belum buka. Prediksi Kami, Oktober ke Desember ada perbaikan, tetapi kami tidak bisa berharap banyak,” ujarnya, Sabtu (1/8/2020).

Dia menyatakan hal itu pada konferensi pers secara virtual terkait dengan penjenamaan kembali (rebranding) Hotel Belleveu Radio Dalam menjadi Aston Belleveu Radio Dalam.

Hifni memprediksi kebangkitan bisnis perhotelan makin membaik pada tahun depan. Periode semester pertama tahun depan dinilainya sebagai masa pemulihan dan semester kedua akan menjadi lebih baik seperti masa-masa sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Hal yang tetap harus diperhatikan, katanya, adalah protokol kesehatan dan keamanan harus benar-benar diterapkan oleh pengelola perhotelan.

“Tentunya hotel harus mampu menekan biaya-biaya seperti variable cost dan menghemat pemakaian energi,” kata Hifni.

Selain itu, tuturnya, strategi yang dilaksanakan oleh Aston Bellevue adalah menggiatkan kerja sama dengan agen perjalan daring (online travel agent/OTA) karena pada situasi pandemi seperti ini pemesanan hotel melalui OTA meningkat sehingga cukup membantu pemasukan bagi kalangan perhotelan.

Terkait dengan penjenamaan kembali Hotel Bellevue menjadi Aston Bellevue, Hifni optimistis okupansi hotel milik PT Bina Usaha Nusantara itu ke depan akan makin meningkat.

Pasalnya, bersama dengan Archipelago International, operator jaringan hotel Aston, perusahaan sudah dan akan membuat strategi berkaitan dengan peningkatan okupansi.

Adapun, Dedi Setiadi, Komisaris PT Bina Usaha Nusantara, menambahkan bahwa kiprah Aston di bisnis perhotelan lokal dan international sudah tidak diragukan lagi. “Itu menjadi salah satu alasan kami melakukan rebranding,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Sementara itu, Erika Anggreini, Direktur Pemasaran Archipelago International, menuturkan bahwa penjenamaan kembali Bellevue merupakan sebuah kepercayaan dan menjadi momentum jaringan hotel tersebut untuk bersama-sama bangkit di tengah situasi industri perhotelan saat ini yang kurang menguntungkan.

“Untuk membuka hotel pada masa pandemi bukanlah suatu hal yang remeh. Kami secara bersama-sama dengan tim Aston Bellevue akan mengatur strategi untuk maju ke depan.”

Menurut Hifni, hotel yang dikelola Aston Bellevue memiliki 156 kamar yang terdiri atas deluxe king/twin 138 kamar, eksekutif 8 kamar, ditambah dengan kamar keluarga (family) 6 unit, dan junior suite 4 kamar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perhotelan hotel aston pandemi corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top