Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Bakwan Malang ini Raup Laba Bersih 40 Persen. Tertarik?

Bisnis bakwan Malang dengan harga Rp15.000 seporsi mampu meraup laba bersih Rp24 juta setahun dengan modal Rp60 juta atau meraih laba bersh 40 persen,
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  09:55 WIB
Kalukasi bisnis bakwan malang
Kalukasi bisnis bakwan malang

Bisnis.com, JAKARTA  -  Bisnis kuliner Bakwan Malang Mas No dengan harga Rp15.000 seporsi mampu meraup laba bersih Rp24 juta sebulan dengan modal Rp60 juta atau meraih laba bersh 40 persen,

Kuliner menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan dan tak pernah ada matinya. Salah satu menu makanan favorit masyarakat Indonesia adalah bakso yang identik dengan bentuknya yang bulat dan kesegaran kuahnya.

Namun, untuk menjajal bisnis bakso ternyata cukup menantang karena jumlah pemainnya yang cukup banyak. Untuk membuat sedikit berbeda, Ekasanti Elisa menawarkan bakso khas Malang yang kemudian diberi nama Bakwan Malang Mas No. Nama Mas No sendiri berasal dari nama adik iparnya Hartono, yang di kampung halamannya Jawa Timur lebih sering dipanggil Mas No.

Usaha ini sebetulnya bermula dari sang adik yang sempat gagal mengembangkan usaha bakso gerobakannya. Agar gerobak yang tidak terpakai tersebut dapat termanfaatkan, Eka lantas berpikir untuk mengubah menu nya dari bakso biasa menjadi bakso khas Malang.

Karena tidak memiliki kemampuan memasak, Eka kemudian menggandeng serta sang Bude yang kebetulan jago memasak dan pernah bekerja di restoran. Setelah menemukan formula rasa yang gurih dan nikmat Eka kemudian meminta izin kepada orang tuanya untuk membuka gerai di teras rumah pada Februari 2020.

Selain memiliki rasa yang nikmat, Eka juga memadukan dengan strategi marketing yaitu dengan menawarkan promo gratis teh manis setiap pembelian satu porsi Bakwan Malang seharga Rp15.000.

 “Bakwan Malang selama ini lebih banyak dijual dengan gerobakan yang didorong di pinggir jalan. Aku berpikir untuk menyajikannya di tempat yang nyaman. Kebetulan rumah ibu di pinggir jalan dan rame sebagai jalan penghubung, maka kami minta izin buka di situ,” tutur wanita kelahiran 31 Mei 1975 ini.

Untuk merenovasi interior tempat usaha dari teras rumah menjadi gerai yang eye catching, Eka merogoh kocek sekitar Rp35 juta yang jika ditotal dengan kebutuhan bahan baku maka total modal awal mencapai Rp40 juta.

“Saya mau buat tempat yang menarik di setting dengan kursi standar café dan ruangan dicat khusus dengan nuansa orange sehingga orang yang lewat akan tertarik untuk singgah. Spanduk juga sengaja dibuat dengan ukuran besar dan banner segitiga yang bisa dilihat pengendara yang lewat dari sisi kiri dan kanan,” ujarnya.

Ternyata ide bisnis tersebut membuahkan hasil, pada hari pertama pembukaan Bakwan Malang Mas No jumlah pembeli yang datang sangat ramai bahkan harus mengantri. Pada awalnya, Eka hanya menyiapkan 70 porsi dan itu semua terjual habis hanya dalam waktu 2 jam.

Tidak sedikit dari pengunjung yang datang, belum pernah mencoba Bakwan Malang sebelumnya. Namun yang membuat mereka tertarik untuk singgah karena melihat promosi yang ditawarkan oleh Bakwan Malang Mas No.

“Saya lihat banyak orang yang sukses berjualan saat pertama kali membuka usaha karena mereka menggunakan promosi. Hal ini juga yang aku lakukan karena kita tidak bisa hanya menunggu orang datang. Harus membuat promosi dan sertakan juga harganya supaya orang tertarik. Banner iklan juga harus eye catching dan to the point,” terangnya.

Selain strategi marketing, cita rasa Bakwan Malang yang disajikan pun memiliki keistimewaan, terutama pada kuahnya yang gurih tapi bukan gurih dari micin melainkan dari tulang-tulang sapi.

Untuk isian Bakwan Malang Mas No terdiri dari siomay goreng, siomay rebus, bakso goreng, baso biasa, kekian, tahu isi, dan tim yang isinya merupakan campuran antara Ikan Tenggiri dan Daging sehingga memiliki cita rasa nikmat yang berbeda.

Tak heran bila jumlah pelanggan yang berkunjung ke gerai Bakwan Malang Cak Man terus bertambah, secara rata-rata penjualan per hari mencapai 150 hingga 200 mangkok. Eka pun berhasil mencapai BEP hanya dalam kurun 1 bulan setelah usahanya berjalan.

Untuk memudahkan proses pembayaran, Eka juga memanfaatkan sistem pembayaran nontunai dengan menjalin kerjasama dengan OVO dan GoPay. Penjualannya pun tak hanya mengandalkan offline, dia juga memanfaatkan aplikasi pesan antar makanan seperti GoFood dan GrabFood untuk mendongkrak penjualan.

Namun, akibat pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial skala besar yang sempat diterapkan pemerintah sempat menekan penjualan. Saat itu penjualan semua hanya berasal dari online, khususnya GoFood dan GrabFood.

Setelah pemerintah menerapkan new normal, penjualan di gerai kembali meningkat meski tidak bisa sepenuhnya seperti sebelum pandemi. Saat ini rata-rata penjualan sekitar 100 mangkok per hari hingga 150 mangkok.

Meski belum kembali normal, tetapi Eka melihat bahwa peluang kuliner masih terbuka. Dia pun kemudian membuka dua gerai lagi yang semuanya masih berlokasi di Bekasi. Satu gerai dipegang oleh sang adik, dan satunya lagi dikelola oleh ibunda. Adapun rata-rata penjualan untuk gerai kedua dan ketiga sekitar 70 mangkok. 

“Tapi semua manajemen dikelola di satu group. Untuk di dua lokasi terbaru karena baru buka, penjualannya masih belum setara dengan gerai pertama,” ujarnya.

Adapun rata-rata penjualan untuk gerai kedua dan ketiga sekitar 70 mangkok.

Diakui olehnya bahwa saat ini sudah ada beberapa pihak yang menanyakan sistem franchise, tetapi istri dari Setyo Wibobo ini menuturkan bahwa pihaknya belum siap meski tidak menutup kemungkinan akan ada model kerjasama lain yang bisa ditawarkan.

PERHITUNGAN USAHA

Jumlah outlet3 (tiga)
Modal awal Rp35juta (Renovasi tempat dan bahan baku)
BEP 1 bulan
Rata-rata penjualan:100-150 mangkok per hari atau 3.500 mangkok  per bulan
Harga per porsiRp15.000 (Bakwan Malang + es teh manis)
Omzet perbulanRp50juta – Rp60 juta
Keuntungan bersih40%

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner pedagang bakso
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top