Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dampak Resesi Singapura, Pengamat: Tak Hanya Penerbangan

Alvin Lie menyebut dampak resesi Singapura tidak hanya pada penerbangan, tetapi bakal meluas ke sektor industri dan keuangan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  14:04 WIB
Dampak Resesi Singapura, Pengamat: Tak Hanya Penerbangan
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak resesi ekonomi yang dialami Singapura terhadap penerbangan komersial di Indonesia dinilai merupakan pandangan sempit karena efek dominonya cenderung meluas hingga industri perdagangan dan keuangan.

Pemerhati penerbangan yang juga anggota Ombudsman Alvin Lie menuturkan resesi tersebut telah menjadi kekhawatiran untuk seluruh negara di kawasan Asia Tenggara. Apabila Singapura, sebagai negara dengan ekonomi kuat, bisa mengalami resesi, maka kondisi yang lebih buruk juga dikhawatirkan menimpa negara lainnya.

Dia menjelaskan tak hanya soal penerbangan penumpang yang menjadi jembatan keluar-masuk Singapura, tetapi juga posisinya sebagai pusat keuangan di Asia Timur dan Asia Tenggara hingga saat ini masih belum banyak membuka akses dari banyak negara.

"Singapura baru akan membuka akses travel bubble ke Australia, New Zealand, serta Jepang tapi belum realisasi. Membuka akses internasional dan selektif. Hanya negara melakukan tindakan tepat menanggulangi Covid-19. Terlalu sempit mengaitkannya dengan penerbangan," jelasnya, Kamis (16/7/2020).

Menurut Alvin dampak pembukaan akses melalui kerja sama dengan negara-negara tersebut pada mulanya juga belum signifikan mendorong wisata. Penumpang terbang hanya dengan kepentingan mendesak.

Pasalnya saat ini pebisnis masih akan fokus memulihkan bisnis juga masyarakat mengutamakan untuk memulihkan kualitas hidupnya dan belum mempertimbangkan untuk berwisata.

"Untuk penerbangan, dengan kondisi saat ini juga memang pertumbuhannya akan lambat dan butuh waktu butuh waktu cukup lama untuk normal. Murni untuk dinas,pelatihan bukan wisata," imbuhnya.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga belum membuka akses penumpang dari negara lain masuk indonesia sesuai Permenkumham No. 11/2020 Tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Republik Indonesia yang masih berlaku hingga kini. Kecuali hanya WNI dan penduduk Indonesia yang kembali.

Singapura, pada akhirnya harus mengalami resesi. Sejumlah pengamat menilai, hal tersebut dapat berdampak negatif ke Indonesia.

Seperti diketahui, Singapura merupakan mitra strategis Indonesia terutama di sektor perdagangan maupun investasi. Posisinya sebagai hub ekonomi di Asia Tenggara, sangat mempengaruhi perekonomian negara di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top