Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

10 Proyek Jaringan Gas Tahun ini Telah Diteken

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sebanyak 10 paket pembangunan jaringan gas (jargas) kota yang diteken pada tahun ini.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 12 Juli 2020  |  21:20 WIB
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk sedang memeriksa operasional jaringan gas rumah tangga. Istimewa - PGN
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk sedang memeriksa operasional jaringan gas rumah tangga. Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sebanyak 10 paket pembangunan jaringan gas (jargas) kota yang diteken pada tahun ini.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Alimuddin Baso mengungkapkan bahwa pada tahun ini pihaknya hanya akan melelang sebanyak 10 paket jargas dari rencana sebelumnya sebanyak 21 paket.

Adapun, 10 paket tersebut untuk pembangunan di 23 Kabupaten dan Kota dengan jumlah 127.864 sambungan rumah (SR) untuk pembangunan dari APBN 2020.

"Sudah [selesai lelang] dan sudah konstruksi di lapangan. Rata-rata realisasi fisik untuk 10 Paket tersebut per 9 Juli 2020 sebesar 39,13%," katanya kepada Bisnis, Minggu (12/7/2020).

Adapun, Pemangkasan anggaran belanja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berdampak terhadap sejumlah program infrastruktur.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan terdapat beberapa program yang terdampak dan harus dilanjutkan pada tahun depan seperti proyek jaringan gas rumah tangga yang sebelumnya ditargetkan 266.070 SR dipangkas 127.864 SR dengan anggaran APBN Rp1,47 triliun, dan 138.206 SR pada 2021 dengan anggaran APBN Rp1,44 triliun.

"Pada pagu indikatif 2021, belanja barang sebesar Rp4,06 triliun atau 59,4% dari total Rp6,82 triliun, di mana sebagian besar atau 41,6 persen digunakan untuk belanja publik fisik," jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah bakal terus mendorong skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) guna mengejar target pembangunan jaringan gas kota sebanyak 4 juta sambungan rumah hingga 2024.

Alimuddin menjelaskan bahwa dengan skema KPBU itu, diharapkan badan usaha bisa berpartisapasi dalam akselesari target pembangunan jargas.

Dia mengungkapkan, skema KPBU tersebut perlu didorong mengingat dari target pembangunan jargas pada2020 yang sebelumnya sebanyak 266.070 SR direvisi menjadi 127.864 SR karena anggaran tersebut dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

"Dengan situasi ini, tentu perlu dilakukan perubahan-perubahan untuk mencapai target 4 juta SR tahun 2024. Antara lain melalui skema KPBU," jelasnya.

Dia menjelaskan, persiapan pelaksanaan skema KPBU telah dilakukan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menggandeng Lemigas Kementerian ESDM untuk melakukan studi pendahuluan.

Menurut dia, nantinya Menteri atau Eselon I yang ditunjuk akan menjadi penanggung jawab kerja sama skema KPBU tersebut. Rencananya, skema KPBU akan mulai dilaksanakan pada 2022 mendatang, setelah dilakukan penjajakan minat pasar pada 2021.

Skema KPBU itu menyasar daerah-daerah yang cukup ekonomis untuk dibangun jargas oleh badan usaha. "Pemerintah akan mengurangi perannya dan mendorong badan usaha membangun jargas. Alokasi gas akan disiapkan oleh Pemerintah," ungkapnya.

Di lain pihak, sebagai salah satu badan usaha yang mendapat penugasan membangun jargas kota, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menyatakan telah merealisasikan pembangunan jaringan gas kota sebanuak 127.864 SR pada semester I/2020.

Direktur Utama PGN Suko Hartono menjelaskan bahwa pada tahun ini pihaknya menargetkan membangun infrastruktur jargas sebanyak 316.000 SR dengan target investasi sebesar Rp3,5 triliun.

Adapun, realisasi pembangunan jargas dengan anggaran APBN pada tahun ini mencapai 127.864 SR.

Sementara itu, pembangunan jargas dengan anggaran perseroan ditargetkan membangun 50.000 SR. “Sampai saat ini belum bisa kami laksanakan karena berbagai hal, khususnya penurunan demand dan penugasan lain yang kami prioritaskan,” katanya pada Senin (6/7/2020).

Lebih rinci, Suko memaparkan dari 127.864 SR tersebut dibangun di 23 kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk jargas Aceh Tamiang, Langsam Deli Serdang sudah dibangun 16.709 SR, jargas Palembang, Ogan Hilir sudah dibangun 13.358 SR.

Jargas Ogan Komering Ulu, Muara Enim sebanyak 13.044 SR, jarfgas musirawas, Musi Banyuasin 12.189 SR, dan Jargas Dumai, Pekanbaru 9.981 SR.

Lebih lanjut, jargas serang, Bandar Lampung 13.144 SR, jargas Semarang, Blora 10.725 SR, dan jargas Kutai Kertanegara, Samarinda 9.003 SR.

Terakhir, jargas Balikpapan, Penajam Paser Utara, Tarakan 16.809 SR, dan jargas Jambi, Muara Jambi, Sarolangun 12.932 SR.

“Melalui jargas saya rasa bisa dirasakan oleh masyarakat dan bisa mencapai target di akhir 2020. Ini pekerjaan jargas tetap berlangsung dan saat ini sudah 39 persen dari target 29 persen,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm jaringan gas
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top