Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menko Luhut Dorong UMKM Manfaatkan Fasilitas Pengembangan dari Pemerintah

Luhut menjelaskan dengan bergabung dengan gerakan untuk membantu UMKM beradaptasi dan berdaya saing di era digital ini, setidaknya ada lima hal yang akan didapatkan oleh UMKM.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  19:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan berharap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) segera memanfaatkan seluruh fasilitas pengembangan yang diberikan pemerintah.

"UMKM ini betul-betul kita target karena back bone ekonomi kita yang begitu penting," ujarnya dalam Gelaran Roadshow Digital secara virtual Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia bersama DANA, Kamis (9/7/2020).

Luhut menjelaskan dengan bergabung dengan gerakan untuk membantu UMKM beradaptasi dan berdaya saing di era digital ini, setidaknya ada lima hal yang akan didapatkan oleh UMKM.

Pertama, terdata bahwa usahanya telah masuk ke ekosistem digital. Kedua, mendapat pelatihan secara gratis dari laman banggabuatanindonesia.co.id. Ketiga, percepatan dalam pemberian akses permodalan termasuk dana Pemulihan Ekonomi Nasional.

Selain itu, UMKM akan dibukakan akses pasar pengadaan langsung di kementerian/lembaga (K/L) hingga Rp321 triliun hingga akhir 2020, dan kelima, ikut dan berkontribusi dalam gerakan dua mingguan oleh K/L terkait.

"Sekarang sudah ada 789.116 UMKM dari target dua juta lebih yang telah bergabung. Kita sudah putuskan, presiden juga putuskan, seluruh kantor pemerintah didorong, diwajibkan hukumnya untuk belanja melalui e-katalog UMKM ini," tambahnya.

Aplikasi laman UMKM kini telah tersedia pada e-katalog LKPP. Harapannya, UMKM bisa lebih mudah mengakses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Rencana paket pengadaan pemerintah tahun 2020 itu Rp738 triliun. Untuk UMKM Rp321 triliun, usaha nonkecil Rp190 triliun, dan pelaku usaha swakelola Rp227 triliun. Tapi realisasi untuk UMKM sampai saat ini baru Rp40 triliun dari Rp321 triliun, sekitar 12,4 persen. Makanya saya minta ayo cepat terealisasi," jelasnya.

Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia diharapkan akan menjadi solusi efektif dalam membantu UMKM Indonesia menjawab tantangan fundamental dalam melakukan tranformasi digital, seperti pemasaran digital, branding, penguasaan media sosial, pengemasan produk, hingga akses promosi yang adaptif terhadap dinamika baru di era digital.

Melalui roadshow digital ini, diharapkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak swasta akan semakin erat dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital melalui transformasi UMKM yang bertujuan untuk mempercepat perputaran siklus ekonomi lokal, memperbaiki daya beli masyarakat, dan mendorong kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia pasca pandemi.

Turut hadir Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia (RI), Teten Masduki mengatakan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia harus dapat segera Go Digital sehingga mampu bertahan di masa pandemi, sehingga solusi transformasi digital ini membuat UMKM mampu menjadi penopang pemulihan ekonomi nasional.

"Saat ini, baru 13 persen atau sekitar 8 juta pelaku UMKM di Indonesia yang telah menggunakan fasilitas pasar digital, padahal 90 persen masyarakat telah beralih ke pasar digital. Dalam pemulihan ekonomi nasional, digitalisasi UMKM menjadi salah satu fokus Kementerian Koperasi dan UMKM pada pembukaan akses pasar dan akses pembiayaan sehingga menjadi lebih mudah direalisasikan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah juga memaparkan pentingnya transformasi digital bagi para pelaku IKM/UMKM untuk memperluas cakupan pasar. Menurutnya, sistem digital merupakan salah satu cara untuk mengembangkan usaha secara efektif di masa sekarang ini.

Sementara itu, Vincent Iswara, CEO dan Co-Founder DANA, menjelaskan bahwa pihaknya bangga bisa menjadi sahabat untuk UMKM sebagai langkah nyata untuk mendukung digitalisasi UMKM Indonesia dan mempercepat pemulihan ekonomi. 

"Melalui program ini, teknologi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi UMKM Indonesia melalui edukasi, pendampingan, penyediaan platform DANA Bisnis dan pembukaan akses untuk menemukan lokasi UMKM terdekat di aplikasi DANA. Kami berharap, kemudahan dalam menggunakan DANA serta manfaat yang dihadirkan, akan mampu membantu UMKM dengan produk-produk asli Indonesia berhasil Go Digital di tahun ini," kata Vincent.

Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia bersama DANA, Kemenko Marves, Kemenkop UKM ini rencananya akan dioptimalkan di 6 Provinsi di Indonesia, yaitu Nusa Tengggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Luhut Pandjaitan fintech pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top