Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejumlah Proyek Strategis Nasional Ini Capai Target Kerja di Tengah Pandemi Covid-19

Salah satu di antara proyek strategis nasional yang saat ini mampu tercapai sesuai target yang ditentukan tersebut adalah Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas - Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 06 Juni 2020  |  17:10 WIB
Karyawan Pertamina melakukan pengecekan fasilitas kilang minyak. Istimewa -  Pertamina
Karyawan Pertamina melakukan pengecekan fasilitas kilang minyak. Istimewa - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak tekanan pandemi Covid-19, tidak membuat sejumlah proyek strategis nasional terkendala untuk dikerjakan.

Salah satu di antara proyek strategis nasional yang saat ini mampu tercapai sesuai target yang ditentukan tersebut adalah Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas - Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur, milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) – anak perusahaan PT Pertamina (Persero).

Rekind yang tergabung dalam konsorsium bersama JGC IND belum lama ini berhasil mencapai milestone penting proyek, yaitu pengangkatan Heavy Equipment Selexol dan Regenerator Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas - Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur dengan total berat 760 ton.

Pelaksanaan pekerjaan proyek EPC GPF terus berlangsung meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19 sehingga kemajuan pekerjaan proyek JTB pada Mei 2020 telah mencapai 64.20 persen dengan target penyelesaian pada bulan Juli 2021.

Direktur Utama REKIND Yanuar Budinorman mengatakan bahwa melaksanakan proyek strategis nasional sesuai arahan pemerintah, yang tidak boleh berhenti ditengah terjadinya pandemi, merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Rekind yang merupakan Kontraktor EPC Nasional.

“Sebuah kebanggaan bagi Rekind dapat berperan besar dalam mengantarkan proyek strategis nasional milik negara untuk mencapai target yang ditentukan. Kami sangat bersyukur atas capaian ini, meski tim proyek harus berjuang di tengah tantangan wabah Covid-19,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (6/6/2020).

Selain itu, pihaknya juga mengklaim bahwa tingginya komitmen Rekind dalam melaksanakan sejumlah proyek yang diamanatkan negara juga tergambar dalam pelaksanaan proyek PLTU Lombok CFSPP FTP-2 (2x50MW) di Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Keterlibatan Rekind bersama Rafako S.A (perusahaan pabrikan Boiler asal Polandia) dipercaya untuk mendukung program kelistrikan nasional 35.000 MW dan secara khusus untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi di Pulau Lombok, NTB.

Selain itu di penghujung 2019 REKIND juga telah menyelesaikan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh yang berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, berkapasitas 85 MW milik PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML).

Saat ini pihaknya juga tengah melaksanakan Proyek PLTP Rantau Dedap berkapasitas 98,4 MW (2 unit), yang hingga April 2020 kemajuan proyeknya mencapai 81.6 persen. Proyek milik PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) ini nantinya akan memasok listrik pada sistem kelistrikan wilayah Sumatera Selatan.

Rekind, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini juga mengklaim berhasil dalam pembangunan proyek strategis nasional lainnya, seperti dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Dalam pengerjaan proyek milik PT Pertamina (Persero) itu Rekind tergabung melalui Joint Operation (JO) bersama tiga perusahaan EPC dari dalam dan luar negeri yaitu PT Pembangunan Perumahan (PP), Hyundai Engineering Co., Ltd. (HEC) dan SK Engineering & Construction Co., Ltd. (SKEC).

Menurut Yanuar, meskipun dalam pelaksanaan proyeknya yang harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, proyek RDMP Balikpapan mampu mencapai progress 16,32 persen di akhir Mei 2020

RDMP Balikpapan merupakan proyek vital milik PT Pertamina (Persero) yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kilang Balikpapan menjadi 360.000 barel dari kapasitas sebelumnya 260.000 barrel.

Selain itu juga akan meningkatkan volume produk yang dihasilkan kilang Balikpapan. Di antaranya produksi solar sebesar 23 persen atau 30.000barel per hari, gasoline menjadi 100.000 barel per hari dan LPG menjadi 1.500 ton per hari, selain itu Kilang Balikpapan juga akan menghasilkan produk baru propilen sebesar 230.000 ton per tahun.

“Ini semua merupakan gambaran komitmen kami untuk selalu menjunjung tinggi profesionalitas dan dedikasi dalam setiap pengerjaan tugas yang diberikan, sehingga mampu mencapai target yang ditentukan, tepat sasaran, tepat biaya dan zero accident," ujarnya.

Yanuar menegaskan bahwa Rekind selalu mengedepankan aspek kesehatan, keselamatan yang ketat bagi setiap karyawan dan lingkungan hidup. "Ini sesuai dengan tata nilai perusahaan sebagai wujud dari upaya kehidupan new normal saat ini," tambahnya.

Langkah-langkah itu antara lain, melakukan pengaturan kerja shift, pemeriksaan kesehatan bagi karyawan dan tamu yang memasuki area proyek dan kantor. Selain itu, penyediaan APD lengkap di proyek dan kantor, tambahan wastafel di area strategis, hingga pemberlakuan work from home atau bekerja dari rumah untuk beberapa karyawan tertentu yang memiliki kondisi khusus, serta pembatasan perjalanan dinas.

Meski begitu pihaknya menggarisbawahi bahwa capaian kemajuan pekerjaan diseluruh proyek Rekind di tengah kondisi pandemi ini, adalah berkat dukungan kerja sama dan koordinasi yang baik dari para stakeholders, serta masyarakat sekitar lokasi proyek berada dan pemerintah daerah setempat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek investasi migas
Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top