Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Dunia: Pelemahan Ekonomi, Indonesia Bisa Cetak 9,6 Juta Orang Miskin Baru

Bank Dunia (The World Bank) memprediksi penurunan pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan menyebabkan tingkat kemiskinan naik hingga 3,6 persen atau sekitar 9,6 juta orang tambahan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  19:29 WIB
Peserta berdiri di dekat logo Dana Moneter Internasional (IMF) dalam rangkaian Pertemuan IMF - World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - Reuters/Johannes P. Christo
Peserta berdiri di dekat logo Dana Moneter Internasional (IMF) dalam rangkaian Pertemuan IMF - World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - Reuters/Johannes P. Christo

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Dunia (The World Bank) memprediksi penurunan pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan menyebabkan tingkat kemiskinan naik hingga 3,6 persen atau sekitar 9,6 juta orang tambahan.

Hal itu diungkapkan oleh Ekonom Senior World Bank Ralph van Doorn dalam paparan virtual bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (2/6/2020). 

Estimasi awal menunjukkan bahwa pandemi dapat meningkatkan angkaa kemiskinan sebesar 2,1 persen hingga 3,6 persen poin, atau tambahan 5,6 juta hingga 9,6 juta orang miskin. 

Prediksi ini mirip dengan hasil prediksi yang dilakukan oleh lembaga riset SMERU yang memprediksi tingkat kemiskinan akan mencapai 12,37 persen dengan kondisi tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen. 

Namun, dia menilai paket bantuan kepada rumah tangga yang telah diajukan oleh pemerintah tidak mencukupi.

"Kami agak khawatir paket kebijakan untuk membantu rumah tangga tidak akan mencukupi untuk meringankan dampak ekonomi pandemi ini," katanya, Selasa (2/6/2020).

Sebelumnya, Doorn menyebutkan Bank Dunia juga memprediksi bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh hanya 0 persen pada tahun, sangat anjlok dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu yang masih ada di kisaran 5%.

Prediksi anjloknya pertumbuhan ekonomi ini lantaran penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua bulan sejak April hingga awal Juni. Bahkan pelemahan ekonomi akan jatuh lebih dalam menjadi minus 3,5 persen, jika PSBB diteruskan hingga empat bulan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemiskinan world bank bank dunia covid-19 Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top