Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

APBN KITA: Belanja Pemerintah Terkontraksi 1,4 Persen, Ini Penyebabnya

Pertumbuhan negatif ini disebabkan oleh realokasi belanja barang dan belanja perjalanan dinas yang terhenti.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  17:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Belanja pemerintah mengalami kontraksi sebesar -1,4 persen hingga April 2020.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menuturkan pertumbuhan negatif ini disebabkan oleh realokasi belanja barang dan belanja perjalanan dinas yang terhenti.

"Belanja barang langsung berhenti dan didorong ke bantuan sosial," ungkap Suahasil dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Rabu (20/05/2020).

Belanja barang mengalami kontraksi 18,8 persen menjadi Rp52,9 triliun. Belanja operasional dan nonoperasional juga terkontraksi sebesar 25,5 persen menjadi Rp26,7 triliun, dibandingkan Rp34,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Belanja perjalanan dinas juga terkontraksi hingga 47 persen menjadi Rp5 triliun, dibandingkan Rp10,6 triliun pada periode tahun lalu.

"Ini adalah bentuk efisiensi dan akan berlanjut ke depan sesuai dengan kondisi Covid-19," tegas Suahasil.

Selain itu, anggaran belanja ini menjadi sumber efisiensi untuk mendukung bansos dan belanja kesehatan serta bantuan dunia usaha yang menjadi fokus pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn belanja negara perjalanan dinas belanja barang
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top