Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsumsi Listrik Pelanggan Industri Kecil Menurun

Rerata konsumsi listrik per pelanggan untuk industri kecil 450 VA pada April 2020 mencapai 78,74 kWh per pelanggan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  12:52 WIB
Aktivitas warga dengan latar gardu induk PLN di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Aktivitas warga dengan latar gardu induk PLN di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Konsumsi listrik industri kecil berdaya 450 VA pada bulan April mencapai 78,74 kwh (kilo watt hour) per pelanggan.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN Made Suprateka mengatakan rerata konsumsi listrik per pelanggan untuk industri kecil 450 VA pada April 2020 mencapai 78,74 kWh per pelanggan, mengalami penurunan dibandingkan dari April 2019 yang mencapai 98,72 kWh per pelanggan.

"Konsumsi listrik untuk pelanggan industri kecil di bulan April menurun," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/5/2020).

Sementara itu, rerata konsumsi listrik untuk bisnis kecil 450 VA di bulan April mencapai 70,89 kwh per pelanggan. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan April 2019 yang mencapai 69,40 kWh per pelanggan.

Untuk diketahui, PLN memberikan stimulus listrik berupa pembebasan biaya listrik untuk industri kecil (I1) dan bisnis kecil (B1) berdaya 450 VA mulai dari Mei hingga Oktober mendatang selama 6 bulan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk mengurangi dampak ekonomi dari wabah virus corona (Covid-19).

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan penggratisan tagihan listrik bagi pelanggan bisnis skala kecil dan industri skala kecil daya 450 VA tersebut untuk 500.000 pelanggan.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya memberikan kompensasi pendapatan terhadap kebijakan penggratisan tagihan listrik bagi pelangan bisnis kecil dan industri kecil. Hal itu dikarekan kondisi keuangan PLN yang tengah sulit.

"Sebaiknya pemerintah memberikan kompensasi pendapatan. Kondisi keuangan PLN sedang susah. Makanya Moodys menurunkan rating Baseline Credit Assessment PLN menjadi Ba3, walaupun credit rating PLN masih sama yaitu Baa2," ujarnya.

Adapun dia memperkirakan besaran kompensasi yang diberikan kepada PLN untuk 6 bulan sekitar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar untuk 500.000 pelanggan.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) Iwa Garniwa Mulyana menuturkan menuturkan langkah penggratisan tagihan listrik untuk industri dan bisnis skala kecil dengan daya 450 VA ini pasti memberatkan PLN.

Oleh karena itu, PLN harus melakukan langkah-langkah mengencangkan ikat pinggang. Hal itu dilakukan dengan cara menunda anggaran investasi, reschedule pembayaran hutang, efisiensi produksi energi, mulai dari pembangkit, transmisi hingga distribusi.

Dia menilai, pemerintah pun tak boleh tinggal diam. Mekanisme pemberian listrik gratis untuk bisnis dan industri kecil berdaya 450 VA ini tergantung dari Pemerintah apakah bentuk subsidi khusus langsung terhadap industri atau melalui PLN.

"Tapi di sisi lain pemerintah tidak boleh tinggal diam harus terus membantu menjaga kesehatan keuangan PLN," kata Iwa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik industri kecil
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top