Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penerbangan Batal, Scoot Tukar Voucer Tiket hingga 120 Persen

Scoot menawarkan pengembalian tiket penerbangan yang dibatalkan akibat pandemi Covid-19 berupa uang tunai atau voucer hingga 120 persen.
Pesawat milik maskapai Scoot, Singapore Airlines, dan Silk Air terlihat di Bandara Changi, Singapura, Selasa (14/8/2018)./Reuters-Edgar Su
Pesawat milik maskapai Scoot, Singapore Airlines, dan Silk Air terlihat di Bandara Changi, Singapura, Selasa (14/8/2018)./Reuters-Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA - Scoot, maskapai layanan minimum anggota Singapore Airlines Group, menawarkan pengembalian tiket penerbangan yang dibatalkan akibat pandemi Covid-19 berupa uang tunai atau voucer hingga 120 persen.

CEO Scoot Campbell Wilson mengatakan kebijakan pengembalian dana dan voucer tersebut dilakukan atas penerbangan yang dibatalkan karena pandemi Covid-19. Adapun, kebijakan tersebut sudah dijalankan maskapai sejak 9 April 2020.

"Semua pelanggan yang membuat pemesanan sebelum 15 Maret 2020 dan dengan jadwal keberangkatan di antara 23 Januari hingga 30 Juni 2020, tetapi penerbangan telah dibatalkan, kami memberikan dua pilihan untuk refund," kata Wilson dalam siaran pers, Senin (18/5/2020).

Dia menjelaskan pilihan yang pertama adalah pengembalian dana tunai sebanyak 100 persen melalui metode pembelian semula. Sementara pilihan kedua adalah pengembalian dalam bentuk voucer tiket Scoot sebesar 120 persen yang berlaku hingga 12 bulan ke depan.

Di sisi lain, Scoot telah mendukung pemulangan warga Singapura dan penduduk dengan penerbangan dari/ke Wuhan, Chennai dan Kuala Lumpur. Selain itu, juga berusaha membantu mempertahankan rantai pasok (supply chain) dengan layanan reguler ke Perth dan Hong Kong, dan banyak kargo sewa ke beberapa kota-kota lain.

Wilson mengaku telah melihat pelonggaran pembatasan perjalanan dari beberapa negara berkembang seiring dengan tanda-tanda kemajuan dalam perang melawan Covid-19.

"Namun ketika perjalanan dilanjutkan, kami akan tetap mengikuti persyaratan pemerintah terkait dengan physical distancing, peralatan keselamatan, dan kebersihan. Kami akan berkomitmen untuk menjaga Anda, dan staf kami, tetap aman," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper