Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tol Diprediksi Padat pada 21 & 25 Mei meski Ada Larangan Mudik

Puncak arus lalu lintas mudik di jalan tol diprediski terjadi pada 21 Mei 2020 dan puncak arus balik terjadi pada 25 Mei 2020.
Pemudik melintas di jalur Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019)./ANTARA-Harviyan Perdana Putra
Pemudik melintas di jalur Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019)./ANTARA-Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga Persero Tbk. memprediksi puncak arus lalu lintas kendaraan pada masa Lebaran 2020 masih terjadi kendati adanya larangan mudik.

Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga Fitri Wiyanti memprediksi puncak arus lalu lintas mudik terjadi pada 21 Mei 2020 dan puncak arus balik terjadi pada 25 Mei 2020.

"Kami prediksi lalin tertinggi pada tanggal 21 Mei dan 25 Mei walaupun masih ada larangan mudik," ujar Fitri dalam Konferensi Pers Virtual Jasa Marga Siaga Lebaran di Masa Pandemi Covid-19, Selasa (12/5/2020).

Lebih lanjut, Fitri mengatakan bahwa prediksi tersebut dengan catatan beberapa hal seperti adanya pengendalian transportasi, masa darurat bencana, dan penerapan pembatasan sosial berskala besar di sejumlah daerah.

Berdasarkan pemantauan volume lalu lintas selama pandemi Covid-19 dan prediksi volume lalu lintas Idulfitri 1441 Hijriah, untuk arus mudik turun 62,5 persen.

"Asumsi yang kami sampaikan di sini arus mudik turun 62,5 persen dengan asumsi basis data volume lalin [lalu lintas] pada masa Covid-19 mulai 13 April hingga 19 April 2020 setelah PSBB [pembatasan sosial berskala besar] DKI Jakarta," katanya.

Kemudian, untuk arus balik asumsinya turun 58,7 persen terhadap kondisi volume lalu lintas Covid-19.

"Penurunan volume lalu lintas tersebut terjadi karena asumsi tidak ada yang melakukan mudik atau balik akibat adanya larangan pemerintah yang berlaku 24 April 2020 untuk tahap pelarangan dan 7 Mei 2020 untuk tahap penindakan," katanya.

Lebih lanjut, Jasa Marga mencatat kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah kendaraan golongan I sebesar 10 persen dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) Covid-19 yaitu kendaraan golongan I atau yang diperbolehkan, seperti ambulans, kendaraam TNI atau Polri, dan kendaraan dinas. Kemudian, terdapat peningkatan kendaraan non-golongan I sebesar 20 persen atau bertambahnya kendaraan logistik.

"Dengan hal ini kami prediksi distribusi lalu lintas ke arah barat sebesar 22 persen, ke arah selatan sebesar 18 persen, dan ke arah timur sebesar 60 persen. Sebanyak 57 persen ke Trans-Jawa dan 43 persen ke Jalur Selatan," katanya.

Jasa Marga, katanya, menyiapkan kapasitas pelayanan di jalan tol, tempat istirahat, dan pelayanan serta transaksi di gerbang tol sesuai protokol pencegahan Covid-19 yaitu Surat Edaran Menteri PUPR No. 07/SE/M/2020.

Selain itu, katanya, Jasa Marga juga turut melakukan pengaturan lalu lintas dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Dishub untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas sesuai aturan yang ada.

Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, mengatakan bahwa secara umum terjadi tren penurunan terhadap lalu lintas ketika masa Covid-19 bukan volume lalin normal.

Hal tersebut didasarkan beberapa asumsi seperti kenaikan jumlah volume kendaraan logistik dan penurunan volume kendaraan karena adanya pengendalian transportasi. Meskipun demikian, katanya, Jasa Marga tetap berupaya memberi pelayanan bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Agne Yasa
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper