Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penurunan Harga Hunian Mewah di London Berlanjut

Pandemi telah memupuskan harapan bagi pasar properti London untuk kembali pulih setelah bertahun-tahun terus tergerus.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  18:49 WIB
Seorang lelaki menyeberangi sebuah jalan di London, Inggris, berlatar belakang deretan properti residensial./Bloomberg - Hollie Adams
Seorang lelaki menyeberangi sebuah jalan di London, Inggris, berlatar belakang deretan properti residensial./Bloomberg - Hollie Adams

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan pasar properti hunian mewah di London tertahan, bahkan penurunan harganya makin cepat.

Perusahaan broker Knight Frank mencatat harga hunian di pusat London mengalami penurunan 0,3 persen sepanjang Maret hingga April sehingga penurunan secara tahunan tercatat sampai 1,3 persen.

Penurunan harga tersebut merupakan yang pertama kalinya penurunan harga secara tahunan terakselerasi dan menghapuskan tanda-tanda bahwa harga properti di sana sudah mencapai titik paling rendah usai peristiwa Brexit.

“Jumlah penjualan yang gagal karena pandemi corona terus bertambah. Satu dari lima penjualan terhenti dan jumlah transaksi pada pekan 2 Mei sampai 54 persen di bawah rata-rata 5 tahun,” ungkap Tom Bill, Head of London Residential Research Knight Frank, seperti dilansir Bloomberg, Senin (11/5/2020).

Pandemi telah memupuskan harapan bagi pasar properti London untuk kembali pulih setelah bertahun-tahun terus tergerus.

Sejumlah broker memproyeksikan pertumbuhan harga rumah di London bisa terjadi tahun ini setelah periode pemilihan umum pada Desember 2019 cukup membantu menghilangkan ketidakpastian politik yang membuat permintaan hunian tertahan.

Ada kemungkinan aktivitas jual beli hunian bisa kembali pada setelah adanya pelonggaran lockdown di Inggris pekan ini. Knight Frank mencatat jumlah kesepakatan kontrak dan jumlah pembeli yang mendaftar sudah mulai pulih sejak akhir Maret meskipun masih jauh di bawah rata-rata jangka panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti london
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top