Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Rincian Belanja Sosial Covid-19 dan Dukungan UMKM dari Pemerintah

Anggaran tambahan belanja perlindungan sosial dan dukungan bagi UMKM dalam APBN 2020 untuk penanganan pandemik Covid-19, yaitu sebesar Rp255,1 triliun.
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Rapat tersebut membahas percepatan penyelesaian permasalahan pertanahan Sumatera Utara. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Rapat tersebut membahas percepatan penyelesaian permasalahan pertanahan Sumatera Utara. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah telah menganggarkan tambahan belanja perlindungan sosial dan dukungan bagi UMKM dalam APBN 2020 yang ditujukan untuk penanganan pandemik Covid-19 mencapai Rp255,1 triliun.

Anggaran akan disalurkan untuk bidang Kesehatan sebesar Rp75 triliun, social safety net sebesar Rp110 triliun, dan dukungan dunia usaha (Perpajakan DTP (Pajak DTP dan Bea Masuk DTP) sebesar Rp70,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Penyaluran PKH hingga 8 Mei 2020 telah mencapai sebesar Rp16,57 triliun, sementara realisasi penyaluran program sembako (BPNT) sebesar Rp14,45 triliun.

Selain itu, ada Bantuan Langsung Tunai Desa (BLT Desa) adalah pemberian uang tunai kepada keluarga miskin atau tidak mampu di desa untuk mengurangi dampak ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19, dengan total anggaran Rp21,19 triliun yang bersumber dari Dana Desa.

Besaran BLT Rp600.000/KPM/bulan selama 3 bulan, dengan kriteria penerima yaitu keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di Desa bersangkutan, dan tidak termasuk penerima PKH, Kartu Sembako, dan Kartu Pra Kerja.

“Mekanisme Pendataan Penerima BLT Berdasarkan Penyaluran BLT Desa diatur di dalam PMK 40 Tahun 2020,” ujar Sri Mulyani dalam siaran pers, Senin (11/5/2020).

Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah juga telah menyiapkan program subsidi bunga untuk UMKM dan Ultra Mikro. Total anggaran untuk program subsidi bunga adalah sebesar Rp34,15 triliun, dengan jumlah debitur penerima subsidi bunga sebanyak 60,66 Juta rekening.

Sementara itu, dia menambahkan total penundaan pokok sebesar Rp285,09 triliun, dengan total outstanding kredit penerima subsidi bunga sebesar Rp1.601,75 triliun.

Dukungan bagi Usaha UMKM dengan stimulus kredit UMKM (BPR, perbankan, dan perusahaan pembiayaan) yaitu subsidi bunga sebesar Rp27,26 triliun, dan penundaan angsuran sebesar Rp165,48 triliun. Penerima manfaat dan besaran secara rinci yaitu BPR (1,62 juta debitur), perbankan (20,02 juta debitur), dan perusahaan pembiayaan (6,76 juta debitur).

Selain itu, stimulus kredit UMKM (KUR, UMi, Mekaar, Pegadaian) yaitu subsidi bunga sebesar Rp6,40 triliun dan penundaan angsuran sebesar Rp105,74 triliun.

Penerima manfaat dan besaran yaitu KUR (8,33 juta debitur), UMi (1 juta debitur), Mekaar (6,08 juta debitur), dan Pegadaian (10,6 juta debitur).

Di samping itu, Sri Mulyani menjabarkan adanya stimulus kredit UMKM lainnya (online, koperasi, petani, LPDB, LPMUKP, UMKM Pemda) sebesar Rp489,7 miliar untuk subsidi bunga, dan Rp13,87 triliun untuk penundaan Angsuran.

Penerima Manfaat & Besaran yaitu LPDB (30.119 debitur), Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (16.803 debitur), UMKM Pemda (758.415 debitur), UMKM online (3,7 juta debitur), koperasi penyalur Umi (1.779.000 debitur), Petani (5.508 debitur).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhamad Wildan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper