Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stimulus Tak Cukup, Pengembang Rumah Subsidi Ingin Insentif Lain

Saat ini penjualan pengembang sudah merosot drastis, sejumlah pembangunan anggota Himperra macet dan kredit pengembang juga tinggal menunggu macet.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 April 2020  |  13:58 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek perumahan bersubsidi, di Bogor, Jawa Barat, Senin (4/9). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek perumahan bersubsidi, di Bogor, Jawa Barat, Senin (4/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah telah memberi stimulus kepada sektor rumah bersubsidi di tengah pandemi Covid-19. Namun, pengembang masih merasa berat menjalani bisnisnya dan merasa perlu ada insentif untuk pengusaha properti.

Sekjen DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Ari Tri Priyono mengatakan bahwa stimulus yang digelontorkan pemerintah ditujukan kepada konsumen, sedangkan konsumen rumah subsidi saat ini banyak yang terbebani keuangannya karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Karena PHK atau dirumahkan itu, banyak calon konsumen yang membatalkan diri, mereka enggak jelas pekerjaannya nanti bagaimana, mau bayar pakai apa,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (28/4/2020).

Ari mengaku bahwa saat ini penjualan pengembang sendiri sudah merosot drastis, sejumlah pembangunan anggota Himperra macet, dan kredit pengembang juga tinggal menunggu macet. Hal ini akan sangat berbahaya bagi dunia properti nasional.

“Padahal, umumnya di kondisi apapun permintaan dari kelas menengah dan menengah bawah tidak pernah terhenti, selalu berjalan, tetapi dengan kondisi seperti ini, semua sektor semua kalangan jadi terhenti,” katanya.

Kendati tidak ada yang pernah siap menghadapi kondisi seperti ini, pengembangan properti diharapkan bisa terus berjalan. Pasalnya, kalau sampai terhenti, hal itu akan memengaruhi 170-an industri lainnya. Puluhan juta buruh bakal menganggur dan akan membahayakan perekonomian nasional.

“Harusnya pemerintah memberikan stimulus juga untuk pengusaha properti supaya setidaknya kami pengembang juga aman, bisa melanjutkan pembangunan,” lanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menggelontorkan sejumlah stimulus sebagai upaya penanganan wabah Covid-19 kepada sektor perumahan dengan menggelontorkan anggaran senilai Rp1,5 triliun.

Adapun, bentuk stimulus tersebut berupa pengalokasian dana untuk subsidi selisih bunga dan subsidi bantuan uang muka dan menambahkan kuota rumah subsidi hingga 175.000 unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dengan tambahan tersebut, target pemerintah saat ini adalah memberi 330.000 rumah kepada MBR yang terdiri atas fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan sekitar 88.000 rumah tahun ini. Kemudian, 67.000 rumah dari skema bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah bersubsidi Virus Corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top