Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stimulus Sektor Perumahan Bergulir, Ini Harapan Pengembang

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) berharap agar stimulus di sektor perumahan berupa tambahan kuota rumah bersubsidi bisa terserap dengan baik di tengah pandemi Corona.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  17:28 WIB
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). Organisasi Real Estate Indonesia (REI) menyatakan, kuota rumah subsidi yang disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) sebanyak 86.000 unit rumah diperkirakan akan habis pada April 2020. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). Organisasi Real Estate Indonesia (REI) menyatakan, kuota rumah subsidi yang disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) sebanyak 86.000 unit rumah diperkirakan akan habis pada April 2020. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi pengembang menilai stimulus yang digelontorkan pemerintah senilai Rp1,5 triliun untuk mengantisipasi dampak virus corona atau Covid-19 sudah memenuhi rasa keadilan.

Stimulus berupa Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk 175.000 unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu siap digulirkan Rabu (1/4/2020).

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menyatakan bahwa langkah pemerintah menyuntik bantuan SBUM sebesar Rp4 juta di seluruh provinsi, serta Papua dan Papua Barat Rp10 juta dirasa tepat.

"Perbedaan SBUM (subsidi bantuan uang muka) untuk wilayah Papua saya pikir tepat dan memenuhi rasa keadilan untuk MBR [masyarakat berpenghasilan rendah] di Papua," katanya saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Menurut Junaidi, adanya tambahan stimulus yang digelontorkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut diharapkan dapat mendongkrak serapan hunian MBR di tanah Papua.

Meskipun demikian, dia menilai adanya stimulus tersebut dirasa belum dapat mencukupi kuota. Namun, stimulus itu setidaknya jadi angin segar di tengah badai Covid-19 yang turut menghamtan bisnis properti.

"Kalau bicara cukup pastilah belum. Namun, saya melihat pemerintah sudah memenuhi keadilan dari stimulus SBUM," katanya.

Junaidi berharap pelaksanaan stimulus ini berjalan lancar dan dapat dieksekusi sesuai harapan yang diiringi dengan adanya kemudahan kepada MBR untuk percepatan realisasi dari segi pencairannya.

Di sisi lain, dia juga berharap agar pemerintah perlu memikirkan upaya lain bagi kalangan MBR di tengah adanya ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ini.

"MBR yang terdampak Covid-19 sepatutnya juga dapat keringan dari sisi angsuran. Hal ini untuk menghindari kredit macet," ujarnya.

Diberitakan Bisnis sebelumnya, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan bahwa stimulus tersebut bakal efektif berlaku mulai Rabu (1/4/2020).

Manfaat yang didapat dari stimulus itu antara lain pembayaran angsuran kredit pemilikan rumah (KPR) dengan suku bunga di atas 5 persen selama 10 tahun.

“Pemerintah akan membayarkan selisih angsurannya. MBR akan mendapat bantuan SBUM sebesar Rp4 juta di seluruh provinsi, sedangkan untuk Papua dan Papua Barat mendapat Rp 10 juta,” jelasnya.

Terkait dengan persyaratan untuk mendapat subsidi antara lain harus merupakan warga negara Indonesia (WNI) berpenghasilan maksimal Rp8 juta, belum punya rumah, dan belum pernah mendapat subsidi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apersi rumah bersubsidi Virus Corona Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top