Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Batas Minimum Pasokan, PGN Perlu Negosiasikan Kontrak

Pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menuturkan, negosiasi kontrak terkait dengan batas minimum pasokan perlu disesuaikan akibat kondisi ekonomi yang tertekan Covid-19
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 April 2020  |  19:43 WIB
Pekerja menggarap pemasangan pipa gas untuk disalurkan ke permukiman. - Antara
Pekerja menggarap pemasangan pipa gas untuk disalurkan ke permukiman. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. perlu melakukan negosiasi ulang kontrak pasokan gas antara pelanggan maupun pemasok gas dari hulu.

Pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menuturkan, negosiasi kontrak terkait dengan batas minimum pasokan perlu disesuaikan akibat kondisi ekonomi yang tertekan Covid-19.

Selain itu, jika memungkinkan, antara masing-masing pihak untuk menerapkan diskon atau pengurungan harga tertentu selama masa pandemi Covid-19.

"PGN ke hulu negosiasi harga, begitu juga PGN ke hilir, atau penyesuaian take or pay bisa menjadi salah satu subject yang dinegosiasikan," katanya kepada Bisnis, Senin (27/4/2020).

Sebelumnya, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan bahwa, untuk memberikan relaksasi kontrak untuk batas minumum kepada industri, pihaknya perlu memperhatikan juga kontrak dengan pemasok gas dari hulu.

Pasalnya, Gigih menjelaskan bahwa penurunan volume gas sampai dengan di bawah batasan minum akan memerlukan persetujuan dari hulu agar tidak terkena penalti.

"Kami sedang melakukan pembicaraan dengan pemasok gas dari hulu. Sudah mengarah ke penyesuaian," katanya kepada Bisnis, Senin (27/4/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas industri PGN renegosiasi kontrak
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top