Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek 35.000 MW, ESDM Sebut Sesuai Rencana

Keberlangsungan proyek ketenagalistrikan di tengah wabah corona diperlukan untuk memastikan pelayanan listrik kepada publik tetap andal dan aman.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 16 April 2020  |  00:58 WIB
Penampakan trafo Interbus Transformer (IBT) unit 2 Gardu Induk (GI) Kiliranjao di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat. - Istimewa / PLN
Penampakan trafo Interbus Transformer (IBT) unit 2 Gardu Induk (GI) Kiliranjao di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat. - Istimewa / PLN

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pengoperasian dan pembangunan proyek ketenagalistrikan 35.00 megawatt akan tetap berjalan sesuai rencana yang diagendakan meski di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengatakan keberlangsungan proyek ketenagalistrikan di tengah wabah corona diperlukan untuk memastikan pelayanan listrik kepada publik tetap andal dan aman.

Namun dia mengklam pelaksanaan proyek tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan secara ketat protokol kesehatan Covid-19 sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO).

"Masalah pengoperasian dan maintenance, transmisi, distribusi tetap dilakukan seperti biasa karena itu untuk kepentingan publik sehingga listriknya tetap aman dan andal," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (15/4/2020).

Guna mengeksekusi kebijakan tersebut, lanjutnya, Direktur Jendral Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana telah mengirim surat ke masing-masing Unit Pembangkit Swasta (Independent Power Producer) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Pak Dirjen sudah bersurat ke masing-masing IPP dan PLN agar tetap menjaga protokol kesehatan yang diamanatkan tanpa mengurangi kinerja di lapangan," ucapnya.

Program 35.000 Mega Watt (MW) menjadi proyek prioritas utama untuk dijalankan dengan prosedur kesehatan ketat. Beberapa proyek yang tengah berjalan diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, PLTU Tanjung Jati hingga PLTU Tambak Lorok.

"Semua tidak ada laporan berhenti proyeknya," katanya.

Hal ini demi menopang pemenuhan kebutuhan kelistrikan, memperbaiki sistem kelistrikan hingga meningkatkan cadangan listrik terlebih diterapkannya kebijakan bekerja dan belajar dari rumah.

"Pemerintah pasti melindungi masyarakatnya agar kualitas akses energi lebih bagus," tutur Hendra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik kementerian esdm pembangkit listrik 35.000 mw
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top