Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pastikan Pasokan Bahan Baku, Pemerintah Buat Aplikasi Khusus

Kementerian Perindustrian menciptakan aplikasi khusus yang dapat mendata pasokan dan distribusi bahan pokok di berbagai daerah, terutama daerah yang menerapkan karantina wilayah.
Daffa Syaifullah
Daffa Syaifullah - Bisnis.com 06 April 2020  |  16:59 WIB
Penjahit menyelesaikan pembuatan baju alat pelindung diri (APD) berbahan parasut di Sekarpace, Solo, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020). Penjahit pengaku saat ini mengalami kesulitan bahan baku baju pelindung diri (APD) yang banyak dipesan tenaga medis dan Puskesmas. ANTARA FOTO - Mohammad Ayudha
Penjahit menyelesaikan pembuatan baju alat pelindung diri (APD) berbahan parasut di Sekarpace, Solo, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020). Penjahit pengaku saat ini mengalami kesulitan bahan baku baju pelindung diri (APD) yang banyak dipesan tenaga medis dan Puskesmas. ANTARA FOTO - Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menciptakan aplikasi, yang dapat digunakan untuk mendata validasi perusahaan bahan baku industri, khususnya untuk daerah yang menerapkan karantina wilayah.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Fridy Juwono mengatakan bahwa pemerintah tengah berupaya menjaga pasokan dan stok bahan baku bagi sektor industri dalam negeri, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga impor.

“Kemenperin berupaya menjaga ketersediaan bahan baku bagi sektor industri di dalam negeri, terutama di tengah menghadapi dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, diperlukan proses distribusi yang baik untuk material, sehingga aktivitas manufaktur dapat berjalan guna memenuhi pasokan bagi pasar domestik hingga ekspor,” kata Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Fridy Juwono di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin (6/4/2020).

Dia menjelaskan, aplikasi tersebut dapat digunakan dengan alat berupa stiker, yang akan dipasangkan pada kendaraan logistik perusahaan, dan nantinya dapat dipantau informasi terkait pendistribusian tersebut, dan akan terekam dalam suatu sistem.

“Petugas di lapangan hanya perlu memindai stiker itu, dan nanti bisa terlihat jenis barang, rute distribusi, dan juga informasi lainnya. Seluruh data terekam semua di sistem melalui SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional),” ungkapnya.

Saat ini, aplikasi tersebut sedang melalui tahap uji coba di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenperin. Fridy berharap, dalam waktu dekat, aplikasi ini dapat segera diimplementasikan sehingga dapat memudahkan industri bahan baku untuk melakukan distribusi ke wilayah-wilayah yang sedang dikarantina.

Lebih lanjut, aplikasi ini akan terlebih dulu menyasar sektor-sektor yang dipacu produktivitasnya seperti industri makanan dan minuman, industri farmasi, serta industri penghasil Alat Pelindung Diri (APD).

“Ini sesuai dengan kebutuhan industri bahan baku, karena mereka sudah meminta adanya dispensasi untuk distribusi ke wilayah-wilayah yang dikarantina, sehingga industri kita tetap bisa beroperasi dan tidak ada hambatan distribusi produk jadi dan bahan baku yang dibutuhkan,” tambah Fridy.

Ia mengemukakan salah satu sektor pemasok bahan baku adalah industri garam yang kini terdampak Covid-19 sehingga terjadi penurunan produksi. Untuk itu Kemenperin sudah mengeluarkan rekomendasi impor untuk hampir seluruh industri pengolahan.

“Sesuai dengan rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan akan mengeluarkan persetujuan impor garam untuk industri pengolahan sehingga kebutuhan garam dalam negeri dapat tercukupi hingga akhir tahun,” kata Fridy.

Selain itu, walaupun sedikit terhambat oleh wabah Covid-19, penyerapan garam lokal oleh industri dalam negeri tetap berjalan sesuai rencana. Menjelang masa panen pada Juli, industri pengolahan makanan dalam negeri sudah menyerap sekitar 700 ribu ton garam lokal dari target 1,1 juta ton.

“Kami harapkan sebelum bulan Juni target penyerapan garam lokal oleh industri dalam negeri sebesar 1,1 juta ton dapat tercapai,” tutup Fridy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan baku logistik
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top