Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Merebak, Pembangunan Arena PON 2020 Terus Digenjot

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan arena olahraga untuk ajang PON XX 2020 di Papua yang akan digelar pada Oktober 2020.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  20:38 WIB
Stadion Papua Bangkit yang akan digunakan untuk pagelaran PON 2020 - Antara
Stadion Papua Bangkit yang akan digunakan untuk pagelaran PON 2020 - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus berupaya menyelesaikan pembangunan arena olahraga untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XX 2020 di Provinsi Papua di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan empat arena olahraga tetap dikerjakan agar dapat selesai tepat waktu. Namun, pembangunannya tetapi tetap memperhatikan aspek keselamatan, protokol kesehatan, dan menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat maupun Daerah.

“Pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung PON XX 2020 di Papua, harus diperhatikan secara detail mulai dari tahap desain, tahap pembangunan hingga tahap pengawasannya," kata Basuki dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2020).

Empat arena olahraga yang tengah dibangun Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya di Kabupaten Jayapura antara lain adalah arena aquatic, Istora Papua Bangkit di kawasan Olahraga Kampung Harapan Distrik Sentani Timur, dan arena Cricket dan Lapangan Hockey (indoor dan outdoor) di kompleks olahraga Doyo Baru, Distrik Waibu.

Hingga 26 Maret 2020, progres pelaksanaan fisik Venue Istora mencapai 82,95 persen, Venue Aquatic mencapai 80,87 persen, serta venue Cricket dan Lapangan Hockey indoor maupun outdoor mencapai 92,14 persen.

Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar, Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto mengatakan bahwa saat ini telah dilakukan kesepakatan bersama antara Gubernur Papua, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Bupati/Walikota serta seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Papua terkait pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan Covid-19.

Salah satu poin dari kesepakatan itu adalah dikeluarkannya kebijakan penutupan penerbangan bandara dan pelayaran kapal penumpang di pintu-pintu masuk di Wilayah Papua.

“Hal ini tentu akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan arena PON dikarenakan akan terdapat kesulitan dalam pengiriman material dari luar wilayah Papua, penambahan tenaga kerja, dan mendatangkan tenaga ahli sertifikasi. Namun, Kementerian PUPR tetap terus bergerak dalam rangka penyelesaian tugas negara untuk membangun arena PON Papua tepat pada waktu,” ujar Iwan.

Pelaksanaan PON XX di Papua direncanakan berlangsung pada 20 Oktober – 2 November tahun 2020. Pembangunan arena aquatic telah dimulai sejak Desember 2018 dan diharapkan selesai pada Juli tahun 2020. Biaya pembangunannya dialokasikan dari APBN dengan skema multiyears contract tahun 2018 - 2020 sebesar Rp401,05 miliar.

Sementara itu, untuk pembangunan Istora Papua Bangkit telah dimulai sejak November 2018 dan ditargetkan selesai pada Juni 2020. Bertindak selaku kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., pembangunan arena ini bernilai pekerjaan Rp257,5 miliar dan konsultan manajemen PT Virama Karya sebesar Rp4,8 miliar.

Adapun, untuk total pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) mencapai Rp277 miliar dengan kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dan konsultan manajemen PT Bina Karya senilai Rp4,9 miliar. Pembangunan dimulai sejak Desember 2018 dan ditargetkan selesai pada Juni 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur Virus Corona PON 2020 Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top