Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disentil Luhut, Chevron Bakal Ngebor 100 Sumur di Blok Rokan

Setidaknya Chevron akan menggunakan 5 hingga 10 unit rig untuk target pengeboran yang hingga Agustus 2021
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  16:01 WIB
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) akan mulai mengebor setidaknya 100 sumur yang ada di Blok Rokan. Rencanya, pengeboran tersebut akan dimulai pada November 2020.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengungkapkan bahwa target pengeboran paling cepat dimulai pada November 2020 karena masih harus menunggu pengadaan rig dan peralatan long lead.

Dia menjelaskan, setidaknya Chevron akan menggunakan 5 hingga 10 unit rig untuk target pengeboran yang hingga Agustus 2021 tersebut.

“Paling tidak bisa membor kurang lebih 100 sumur dengan skema cost recovery normal seperti sekarang. Pada saat Pertamina masuk tinggal melanjutkan pemborannya,” katanya kepada Bisnis, Senin (23/3/2020).

Sementara itu, terkait dengan produksi, kata Fatar, pengeboran yang dilakukan Chevron merupakan salah satu upaya untuk menahan laju decline rate agar tidak terlalu tajam dan bisa dilanjutkan oleh Pertamina dengan cepat.

“Angkanya [investasi] masih dibahas dalam revisi WP&B 2020 tergantung di mana sumur yang akan dibor,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah telah menggelar rapat bersama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan pihak Chevron.

Dari hasil pertemuan tersebut, Luhut mengatakan Chevron berkomitmen untuk melanjutkan proyek di Blok Rokan hingga Agustus 2021.

"Kami sepakat bahwa Chevron akan meneruskan proyek ini [Blok Rokan] sampai mereka selesai di Agustus tahun depan. Jadi, turunnya produksi bisa ditahan jangan sampai tajam sekali. Itu keputusan yang baik," ujarnya Rabu (19/3/2020).

Adapun target produksi berdasarkan Work Plan & Budget (WP&B) 2020 Blok Rokan adalah sebesar 161.000 barel oil per day (BOPD). Untuk kinerja tahun lalu, blok Rokan mencatatkan produksi 190.000 BOPD, melampaui rencana kerja dan anggaran (work program and budget) sebesar 185.300 BOPD.

Pada periode yang sama, penggunaan cost recovery tercatat senilai US$1,62 miliar dari persetujuan WP&B US$1,71 miliar. Sementara itu, persetujuan WP&B cost recovery pada 2020 yakni senilai US$1,89 miliar.

Adapun produksi blok Rokan pada 2018 sebesar 209.952 barel per hari (BPH). Chevron mengelola Blok Rokan selama 8 Agustus 1971 hingga 7 Agustus 2021. Puncak Produksi Blok Rokan berasal dari Sumur Minas pada 1973 sebesar 440.000 BOPD dan Sumur Duri pada 1993 sebesar 300.000 BOPD.

Chevron mengaku akan terus bekerja sama dengan SKK Migas untuk menterjemahkan arahan pemerintah dalam melakukan investasi hingga akhir masa kelola blok Rokan.

Manager Corporate Communication Chevron Pacific Indonesia Soenitha Poernomo mengaku terus melakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk memastikan transisi blok Rokan lancar pada Agustus 2021.

“Kami berterimakasih atas arahan dan inisiatif Pemerintah Indonesia yang memberikan solusi untuk berinvestasi guna mengoptimalkan produksi minyak nasional,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chevron pengeboran Blok Rokan
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top