Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AP I dan Kemenhub Masih Diskusi Soal Insentif Penerbangan

Angkasa Pura I masih melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas realisasi insentif yang akan diberikan kepada maskapai.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  10:55 WIB
Calon penumpang pesawat berada di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (6/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Calon penumpang pesawat berada di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (6/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) masih melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan untuk dapat merealisasikan insentif yang akan diberikan kepada maskapai.

VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (AP I) Handy Heryudhitiawa menyatakan kebijakan insentif tidak serta merta bisa langsung direalisasikan karena skema dan payung hukumnya lintas institusi.

“Memang masih dilakukan pembahasan dengan kemenhub. Namun, pada prinsipnya AP I siap dukung program pemerintah untuk menggairahkan pariwisata dan perjalanan,” jelasnya, Kamis (27/2/2020).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan perhubungan udara akan memberikan insentif untuk 10 destinasi pariwisata.

Kesepuluh destinasi tersebut antara lain adalah Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang.

Dia menegaskan insentif tersebut diberikan bagi 25 persen penumpang dari kapasitas pesawat masing-masing penerbangan.

Menurutnya, komposisi insentif tersebut 30 persen berasal dari bantuan APBN dan diberikan kepada 25 persen penumpang pertama. Kemudian insentif lain datang dari pengurangan biaya avtur dan biaya yang dibebankan oleh pengelola bandara seperti Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II serta jasa navigasi atau Airnav.

Secara total insentif berjumlah Rp910 miliar, dengan rincian dari APBN Rp550 miliar. Kemudian, insentif dari Pertamina melalui pengurangan biaya avtur sebesar Rp260 miliar. Adapun, insentif dari AP I, AP II, serta Airnav Rp100 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian perhubungan angkasa pura i maskapai penerbangan
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top