Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kendaraan ODOL Rugikan Pengusaha Feri

Kendaraan ODOL juga mengganggu keselamatan penyeberangan, karena berisiko mengganggu keseimbangan pelayaran kapal.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 25 Februari 2020  |  14:23 WIB
Kendaraan berada di atas kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (6/3/2019). - ANTARA/Budi Candra Setya
Kendaraan berada di atas kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (6/3/2019). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesian National Feriowners Association (INFA) mendukung program pemerintah berkaitan dengan keselamatan transportasi yang diwujudkan dalam program bebas over dimension over load (ODOL) di lingkungan pelabuhan penyeberangan.

Ketua Umum INFA Eddy Oetomo mengungkapkan INFA sangat mendukung pemberlakuan pengaturan dan pelarangan kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan melanggar ketentuan batas muatan (ODOL) yang akan dilakukan oleh pemerintah pada pelayanan angkutan penyeberangan.

Dia menjelaskan menyeberangkan kendaraan ODOL dapat merugikan karena dapat merusak rampdoor dan movable bridge (MB) yang berujung pada ketidaklancaran proses embarkasi dan debarkasi (loading dan unloading) muatan kendaraan dari dan ke kapal feri.

“Apabila rampdoor kapal patah, biayanya dapat mencapai miliaran rupiah. Ini harus ditanggung pengusaha kapal feri, belum lagi memperbaiki kerusakan tersebut harus mengorbankan waktu operasi kapal feri yang bersangkutan.” jelasnya Selasa (25/2/2020).

Selain itu, kendaraan ODOL juga mengganggu keselamatan penyeberangan, karena berisiko mengganggu keseimbangan pelayaran kapal feri. Kelancaran terganggu dan kerugian biaya serta waktu operasi yang dialami pihak penyelenggara kapal feri tidak sedikit.

INFA menganggap tepat pelaksanaan bebas ODOL bila dikonsentrasikan di pelabuhan penyeberangan, sebagai simpul transportasi yang dapat menjaring pelanggar untuk tidak melanjutkan perjalanan. Dengan demikian bisa memutus mata rantai pelanggaran ODOL.

Adapun, Pelabuhan Penyeberangan Merak dan Bakauheni menjadi yang pertama akan menerapkan pengaturan dan pelarangan kendaraan ODOL tersebut. Rencana uji coba dan sosialisasi sudah dikoordinasikan antara Kementerian Perhubungan dengan PT ASDP Indonesia feri, serta para pemilik kapal feri dan pengusaha angkutan penyeberangan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

feri penyeberangan Truk ODOL
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top