Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek TOD Menjamur, Coldwell: Pengembang Jangan Kanibal!

Proyek hunian berkonsep TOD yang dikembangkan oleh para pengembang properti diharapkan memiliki diferensiasi dan segmen harga yang berbeda.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  18:18 WIB
Pengunjung mengamati maket rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat
Pengunjung mengamati maket rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana pembangunan proyek transportasi di beberapa daerah akan semakin membuka kesempatan besar untuk pengembangan kawasan beriorientasi transit di luar Jabodetabek.

Rencana perpanjangan jalur transportasi moda raya terpadu (MRT) di Tangerang Selatan, lintas raya terpadu (LRT) di Jawa Timur dan Bogor, dan Kereta Cepat Jakarta - Bandung dinilai Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Commercial Angra Angreni bakal menjadi generator utama pendorong pasar properti, khususnya residensial.

“Karena alasan tersebut, konsep TOD akan semakin prospektif, asalkan dikembangkan dengan prinsip yang sebagaimana mestinya dan sesuai dengan preferensi pasar,” kata Angra saat dihubungi Bisnis, Rabu (19/2/2020).

Selain Jakarta, imbuhnya, konsep tersebut akan terus tumbuh di wilayah-wilayah berkembang lainnya, seperti Tangerang dan Bekasi.

“Kalau di Surabaya hingga saat ini belum terdapat pengembangan TOD. Nantinya jika moda transportasi sudah mendukung dan Surabaya juga semakin padat dan macet tentunya TOD menjadi alternatif pengembangan,” lanjutnya.

Adapun, dampak kehadiran proyek transportasi terhadap permintaan dan harga properti nantinya diperkirakan akan sangat positif. Terlihat, proyek yang berdekatan dengan salah satu moda seperti KRL Commuter Line, akan terserap dengan baik dibandingkan dengan proyek yang berjauhan.

“Saat ini, proyek-proyek infrastruktur, khususnya LRT dan tol menjadi faktor kunci penggerak pasar properti di Jakarta dan sekitarnya,” jelasnya.

Melihat semakin banyak pengembang yang mengusung konsep TOD, Angra menyebutkan bahwa pengembang yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau bukan tidaklah menjadi poin utama di mata konsumen.

Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan adalah konsep pengembangan, harga produk terhadap pasar, fasilitas, target pasar, dan prinsip-prinsip TOD itu sendiri. Selain itu, kemudahan-kemudahan pembiayaan juga perlu disesuaikan dengan target pasar.

“Yang jadi poin utama, idealnya dalam satu pengembangan dengan prinsip TOD harus mengakomodasi multi sektor, misalnya terdapat fungsi hunian, fasilitas, komersial, dan bisnis dalam satu kawasan,” sambungnya.

Selain itu, jika ingin konsep TOD tersebut berhasil dan terserap pasar, dia mengimbau agar sebaiknya tidak ada sikap saling “kanibal” antara satu pengembangan dengan pengembangan lainnya. Harus terdapat diferensiasi, misalnya dari segi konsep, target pasar, segmen harga, dan lainnya.

Dengan demikian, kehadiran tiap proyek TOD bukan sebagai persaingan, melainkan saling melengkapi dan dapat membangkitkan trafik, karena pada prinsipnya pengembangan TOD harus memiliki tujuan untuk dapat menarik orang dari lokasi lain untuk datang ke tempatnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti transit oriented development
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top