Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anugrah Pharmindo Sebut Pangsa Pasar Lokal Jadi Tantangan

Presiden Direktur PT Anugrah Pharmindo Lestari (APL) Christophe Piganiol mengatakan skema bisnis distributor obat lokal di Indonesia umumnya dimiliki oleh masing-masing produsen farmasi itu sendiri.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  20:10 WIB
Presiden Direktur PT Anugrah Pharmindo Lestari saat memberikan sambutan peresmian National Distribution Center di Cikarang, Senin (3/2 - 2020) | Bisnis / Ipak Ayu
Presiden Direktur PT Anugrah Pharmindo Lestari saat memberikan sambutan peresmian National Distribution Center di Cikarang, Senin (3/2 - 2020) | Bisnis / Ipak Ayu

Bisnis.com, BEKASI — Perusahaan distribusi produk farmasi, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) menilai pangsa pasar distributor obat lokal masih menjadi tantangan dalam menjalankan bisnis di Indonesia.

Presiden Direktur PT Anugrah Pharmindo Lestari (APL) Christophe Piganiol mengatakan skema bisnis distributor obat lokal di Indonesia umumnya dimiliki oleh masing-masing produsen farmasi itu sendiri.

Kondisi itu berbeda dengan negara lain yang umumnya setiap produsen farmasi berfokus pada lini usahanya masing-masing. Alhasil, APL mengklaim hanya melakukan distributor obat lokal sekitar 20 persen sisanya berasal dari impor.

"Saat ini 80 persen obat yang kami distribusi di Indonesia adalah obat dari perusahaan Multinasional. Dari pasar obat brand global yang ada di Indonesia kami sudah menguasai lebih dari 50 persen distribusinya sedangkan prinsipal dari produsen obat lokal terbilang masih rendah hanya 20 persen saja," katanya, Senin (3/2/2020).

Piganiol mengemukakan obat dan alat kesehatan yang didistribusikan itu seluruhnya berasal dari 60-70 prinsipal yang telah bermitra dengan perusahaan.

Meski demikian, menurut Piganiol, ke depan pihaknya akan tetap meningkatkan pangsa pasar dari prinsipal produk farmasi lokal dengan cara terus meningkatkan kualitas layanan pergudangannya.

Peluang tersebut dinilai masih memungkinkan mengingat saat ini saat ini perusahaan telah menjangkau lebih dari 25.000 pelanggan diberbagai apotek dan ritel seluruh Indonesia.

Namun, dia juga tak menampik tantangan yang dihadapi juga besar, utamanya dari kondisi infrastruktur dan akses transportasi di Indonesia yang belum saling terhubung.

Adapun, APL baru saja telah meresmikan pergudangan skala National Distribution Center (NDC) di Cikarang dengan investasi Rp300 miliar. Terlebih lagi, perusahaan sudah memiliki 26 gudang farmasi lain yang tersebar di 26 kota besar di Indonesia.

Bagi Piganiol, jumlah tersebut dirasa cukup untuk masa yang akan datang. "Kami masih melihat daya tarik negara ini dengan populasi yang besar menjadikannya sebagai pasar farmasi potensial. Namun, menambah gudang lagi bukan hal urgent bagi kami. Saat ini bagaimana pengiriman bisa optimal dan efisien ke tangan pelanggan lebih kami pentingkan," ujarnya.

Sementara itu, APL merupakan joint venture antara Zuellig Pharma dengan Anugerah Corporation yang masing-masing menggenggam saham 70 persen dan 30 persen. Zuelling Pharma kebanyakan beroperasi di regional Asia dengan kantor pusat di Singapura sedangkan Anugerah Corporation merupakan prusahaan farmasi milik keluarga Wanandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top