Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Temui Wapres Ma'ruf Amin, IHLC dan Grup Accor Siap Kembangkan Hotel yang Ramah bagi Umat Muslim

Hotel Raffles menjadi pembicaraan dalam beberapa tahun terakhir karena menjadi pilihan para raja dari Timur Tengah untuk menginap ketika berkunjung ke Indonesia.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  17:01 WIB
Ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre Sapta Nirwandar (berkacama) dan Adi Satria, Vice President Sales Marketing Distribution & Loyality Singapore, Indonesia dan Malaysia (baju batik) di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (13/1/2020) menyebutkan Indonesia akan memiliki hotel syariah bintang 7 pertama yang diluncurkan pada Maret 2020. - Bisnis/Anggara Pernando
Ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre Sapta Nirwandar (berkacama) dan Adi Satria, Vice President Sales Marketing Distribution & Loyality Singapore, Indonesia dan Malaysia (baju batik) di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (13/1/2020) menyebutkan Indonesia akan memiliki hotel syariah bintang 7 pertama yang diluncurkan pada Maret 2020. - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) dan jajaran Accor Hotel melaporkan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait dengan rencana pengembangan hotel berbintang dengan konsep syariah dalam beberapa bulan ke depan.

Ketua IHLC Sapta Nirwandar mengatakan bahwa hotel berkonsep syariah atau ramah muslim yang akan dibangun bertaraf hotel bintang 7. Hotel itu juga akan menjadi lompatan besar bagi pengembangan industri hotel di Tanah Air karena sebelumnya rata-rata hotel syariah setara bintang 3 dan bintang 4.

"Ini quantum leap, lompatan sangat tinggi. Maka muslim yang kakap [kaya] itu juga mau ke Indonesia dengan fasilitas itu [hotel bintang 7]," kata Sapta di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (13/1/2020).

Salah satu hotel yang akan bertarnsformasi ke ramah muslim yakni hotel Raffles Jakarta. Menurutnya, dengan transformasi hotel Raffles menjadi hotel yang  ramah bagi umat muslim dan nyaman bagi semua kalangan, maka potensi peningkatan devisa dari pariwisata halal turut membesar. Apalagi hotel ini tidak hanya menyasar tamu menginap namun juga menjadi tempat penyelenggaraan pertemuan tingkat dunia hingga acara pernikahan.

Adi Satria, Vice President Sales Marketing Distribution & Loyality Singapore, Indonesia dan Malaysia menuturkan seluruh proses telah disiapkan oleh manajemen.

"Ini akan kita luncurkan pada Maret," katanya.

Adi menyebutkan saat ini pihaknya hanya menunggu hasil sertifikasi untuk penetapan sebagai hotel dengan skala bintang 7 maupun ketetapan sebagai hotel yang ramah bagi umat muslim. 

Dia menyebutkan proses transformasi ini telah disiapkan oleh Accor dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu ia tidak bersedia meneyebutkan besaran investasi yang dikucurkan oleh grup dalam transformasi ini.

"Kami sedang hitung. Belum dapat disampaikan," katanya. 

Dalam pertemuan antara ILC dan Wapres Ma'ruf, pembicaraan juga menyangkut pengembangan hotel Raffles

Hotel mewah (luxury) di bawah manajemen Accor, mendapat kehormatan sebagai tempat menginap rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada 2017.

Demikian juga ketika Emir Qatar berkunjung ke Indonesia pada tahun yang sama. 

Terkait dengan pembahasan mengenai sertifikat hotel halal, hotel syariah, dan khususnya hotel ramah muslim atau muslim friendly hotel, Adi Satria yang menjabat sebagai Vice President Sales, Marketing, Distribution & Loyalty, Accor Malaysia, Indonesia and Singapore menyambut baik upaya pengembangan itu. 

“Kami menyambut baik inisiatif itu dikarenakan hotel-hotel Accor akan dapat mendukung program ini, salah satu contohnya adalah Raffles Jakarta. Hal itu terlihat dengan sudah tersedianya penunjuk arah kiblat, sajadah, musala, dan makanan halal yang dapat ditemui di hotel ini."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syariah hotel hotel syariah
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top