Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PGE Siapkan US$110 Juta untuk Pengeboran Panas Bumi pada 2020

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan investasi pengeboran uap panas bumi pada 2020 senilai US$110 juta.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  17:59 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan investasi pengeboran uap panas bumi pada 2020 senilai US$110 juta.

Adapun pengeboran yang dilakukan tersebut meliputi pencarian uap panas bumi di wilayah kerja Lumut Balai untuk pengembangan pembangkit unit II, wilayah kerja Hulu Lais untuk penjualan uap ke PT PLN (Persero), dan kegiatan eksplorasi di blok Seulawah. 

Direktur Utama PGE Ali Mundakir mengatakan untuk blok Hulu Lais, Bengkulu, perseroan telah merampungkan pengeboran dengan berhasil menemukan cadangan uap di tiga sumur produksi. Saat ini, masih dilakukan pengeboran untuk sumur injeksi. 

Setelah itu, PGE tinggal melakukan keputusan investasi akhir (final investment decision/FID) dengan PLN karena pembangkit akan dikelola oleh perusahaan setrum pelat merah tersebut. Sementara itu, PGE hanya akan menjual uap panas bumi ke PLN. 

Adapun di blok Hulu Lais akan dikembangkan pembangkit listrik dengan kapasitas 2x55 MW.

PGE juga melakukan pencarian uap untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Lumut Balai unit II di Sumatera Selatan berkapasitas 55 MW. Sebelumnya, telah beroperasi PLTP Lumut Balai unit I berkapasitas 55 MW yang melakukan commercial operation date (COD) pada akhir Agustus 2019.

PGE baru akan merilis tender perancangan, pembelian, konstruksi, dan pengujian (engineering, procurement, construction, and commissioning/EPCC) pada tahun depan sehingga hingga saat ini nilai investasi pembangkit tersebut belum dapat dipastikan. Namun, PGE telah mendapatkan kepastian pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Setidaknya, baru 2 tahun kemudian atau sekitar 2022 PLTP Lumut Balai unit II berkapasitas 55 MW akan melakukan COD.

"Ini kan tahap EPCC untuk surface-nya. Pembangkit dan pemipaan, itu yang didanai JICA," katanya, Kamis (12/12/2019).

Sementara itu, pengeboran sumur pada Blok Seulawah di Aceh baru akan dimulai pada akhir 2020. Rencananya, PGE akan mencari uap panas bumi pada tiga sumur yang dilakukan bertahap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina panas bumi
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top