Waspadai Diskon Palsu Saat Harbolnas 2019

Hari Belanja Online Nasional atau biasa disebut Harbolnas memang identik diskon besar-besaran yang ditawarkan oleh sejumlah e-commerce di Tanah Air.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 08 November 2019  |  00:33 WIB
Waspadai Diskon Palsu Saat Harbolnas 2019
Konsumen memilih produk di salah satu situs berjualan online saat program 12.12 - JIBI/M. Ferri Setiawan

Bisnis.com, JAKARTA - Hari Belanja Online Nasional atau biasa disebut Harbolnas memang identik diskon besar-besaran yang ditawarkan oleh sejumlah e-commerce di Tanah Air. 

Namun, praktik culas dalam acara tahunan tersebut masih saja ditemukan dalam bentuk diskon palsu. Pelakunya tidak lain tidak bukan ialah para pedagang yang memasarkan dagangannya di platform e-commerce. 

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung di Jakarta, Kamis (7/11/2019) menjelaskan bahwa baik dalam Harbolnas maupun tidak, ada saja pelaku yang memiliki orientasi bisnis pendek dan hanya mementingkan transaksi tinggi.

"Akhirnya, yang terjadi ialah menghalalkan segala cara termasuk diskon palsu. Semisal, ada barang harganya Rp1 juta, kemudian digelembungkan dulu menjadi Rp5 juta baru dikasih embel-embel diskon 80 persen menjadi Rp900.000, kan, jadi terlihat wah," ujar Untung. 

Menurut Untung, praktik tersebut pernah ditemui oleh idEA, baik secara daring maupun luring. Jika praktik ini terus berlanjut, dia khawatir kepercayaan publik pada industri e-commerce di Indonesia yang baru seumur jagung ini akan hancur. 

Berangkat dari kekhawatiran itu, idEA akhirnya memutuskan untuk ikut dalam penyelenggaraan Harbolnas 2019 dengan syarat semua peserta e-commerce mesti menandatangani surat komitmen bahwa tidak akan secara sengaja melakukan praktik promosi yang tidak etis. 

Namun, di sisi lain, Untung juga mengakui bahwa banyaknya pedagang yang berjualan di platform e-commerce menjadi kendala tersendiri dalam penerapan komitmen tersebut. 

"Untuk itu, kami akan buat email pengaduan bagi konsumen yang mengalami pengalaman tidak menyenangkan bersama platform," ujarnya. 

Setelah proses pengaduan itu, idEA akan terlebih dahulu mendorong konsumen dan platform untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Jika menemui jalan buntu, idEA akan membantu menyelesaikan persoalan tersebut. 

Namun, jika persoalan itu tak kunjung selesai, idEA bakal merilis daftar nama pedagang beserta platform yang memiliki permasalahan dengan konsumen tersebut ke publik. 

"Jika mereka mau coba-coba, silakan saja, tetapi ingat ada hukumannya secara sosial. Sebab, ini merupakan bisnis reputasi, jika reputasinya rusak, ya selesai sudah," ucap Untung. 

Tips Bagi Konsumen

Sementara itu, Untung juga mengimbau kepada konsumen untuk berhati-hati dalam membeli produk dengan merencanakan daftar barang yang ingin dibeli dan memotret harga produk tersebut. 

Jika saat Harbolnas harga produk yang ingin dibeli melonjak hingga di atas 20 persen, Untung memastikan bahwa produk tersebut masuk ke dalam kategori diskon palsu. 

Selain itu, konsumen yang ingin membeli produk saat Harbolnas juga perlu membandingkan harga produk dengan toko lain atau bahkan platform lainnya. Hal itu bertujuan menghindari praktik diskon palsu yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.  

Dalam hal ini, Untung mengatakan bahwa bukan hanya konsumen, tetapi idEA juga ingin mengedukasi pedagang agar tidak berbuat curang dan mementingkan keuntungan kilat dengan orientasi bisnis yang pendek. 

"Jika ada yang aneh-aneh, jangan beli. Kalau perlu beri review negatif, supaya pedagang juga belajar bahwa sekarang yang memegang kendali bukan brand owner melainkan konsumen," tutur Untung. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diskon, harbolnas

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top